Breaking News:

Penanganan Covid

Indonesia Alami Keterbatasan Stok Vaksin Covid-19 di Bulan April, Jubir Vaksinasi Ungkap Penyebabnya

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi menyebut ada keterbatasan stok vaksin di bulan April 2021 ini.

Tribunnews/Herudin
Vaksinator mempersiapkan vaksin Covid-19 yang akan disuntikkan kepada warga di Kampung Tangguh Jaya (KTJ) Cideng, Jakarta, Sabtu (10/4/2021). Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi menyebut ada keterbatasan stok vaksin di bulan April 2021 ini. 

"Sehingga diharapkan pada bulan Mei stok (vaksin Covid-19) kita kembali normal seperti yang telah kita rencanakan," ungkapnya.

Selama bulan April 2021 ini, jenis vaksin yang digunakan ialah vaksin setengah jadi dari Sinovac, yang selanjutnya diproduksi oleh Bio Farma.

Simak tayangan Panggung Demokrasi "Kejar Target Vaksinasi di Bulan Suci" selengkapnya di sini:

Baca juga: Jokowi dan Kanselir Jerman Bahas Kekhawatiran Nasionalisme Vaksin yang Masih Terjadi

Rp 400 M untuk Kembangkan Vaksin Dalam Negeri

Sementara itu, Kementerian Kesehatan tahun ini mengalokasikan anggaran sebesar Rp 400 miliar untuk pengembangan vaksin Covid-19 dalam negeri.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut, anggaran tersebut digunakan dalam rangka penelitian terkait vaksin.

"Saya memastikan Kemenkes sudah mengalokasikan anggaran untuk tahun ini Rp 400 miliar untuk mendukung, bersama dengan Kemenristek/BRIN, penelitian-penelitian vaksin," ujar Budi dalam Workshop Pengawalan Vaksin Merah Putih, Selasa (13/4/2021).

Ia mengatakan, Indonesia tidak bisa terus  mengandalkan penyediaan vaksin dari luar negeri, karena dikhawatirkan muncul masalah seperti embargo vaksin yang terjadi dari India.

Diketahui Indonesia telah mengamankan ratusan vaksin dari sumber bilateral maupun multilateral yaitu AstraZeneca, Sinovac, Novavax, dan Pfizer,

"Bayangkan kalau kita sebagai negara hanya punya 2 sumber atau bahkan 1 sumber, dan sumber itu bermasalah. Program vaksinasi kita akan berhenti," ungkap mantan wakil menteri BUMN ini.

Baca juga: Polemik Vaksin Nusantara, Dasco: Jangan Adu DPR dengan BPOM

Halaman
123
Penulis: Wahyu Gilang Putranto
Editor: Tiara Shelavie
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved