Breaking News:

Virus Corona

Menkes Budi: 400 Miliar Dialokasikan untuk Pengembangan Vaksin Covid-19 Dalam Negeri

Kementerian Kesehatan tahun ini mengalokasikan anggaran sebesar 400 miliar untuk pengembangan vaksin Covid-19 dalam negeri.

STR / AFP
Foto yang diambil pada 30 Maret 2021 ini menunjukkan seorang anggota staf medis bersiap untuk memberikan dosis vaksin virus Corona Covid-19 Sinovac di sebuah universitas di Qingdao di provinsi Shandong timur China. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan tahun ini mengalokasikan anggaran sebesar 400 miliar untuk pengembangan vaksin Covid-19 dalam negeri.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut, anggaran tersebut digunakan dalam rangka penelitian terkait vaksin.

"Saya memastikan Kemenkes sudah mengalokasikan anggaran untuk tahun ini Rp 400 miliar untuk mendukung, bersama dengan Kemenristek/BRIN, penelitian-penelitian vaksin," ujar Budi dalam Workshop Pengawalan Vaksin Merah Putih, Selasa (13/4/2021).

Ia mengatakan, Indonesia tidak bisa terus  mengandalkan penyediaan vaksin dari luar negeri, karena dikhawatirkan muncul masalah seperti embargo vaksin yang terjadi dari India.

Diketahui Indonesia telah mengamankan ratusan vaksin dari sumber bilateral maupun multilateral yaitu AstraZeneca, Sinovac, Novavax, dan Pfizer,

"Bayangkan kalau kita sebagai negara hanya punya 2 sumber atau bahkan 1 sumber, dan sumber itu bermasalah. Program vaksinasi kita akan berhenti," ungkap mantan wakil menteri BUMN ini.

Baca juga: Polemik Vaksin Nusantara, Dasco: Jangan Adu DPR dengan BPOM

Meski disadari Budi, pengembangan vaksin buatan anak negeri terlambat dari negara lain, kemandirian membuat vaksin sendiri sangat dibutuhkan Indonesia.

"Walaupun agak terlambat kita lakukan sekarang, karena kita sangat membutuhkan vaksin-vaksin asli Indonesia agar bisa mengatasi masalah resiliensi, health resilience," kata Menkes Budi Gunadi.

"Sesuatu yang menurut saya sangat wajar, tetapi akibatnya berdampak pada resiliensi, terhadap kemandirian, terhadap daya tahan, terhadap kedaulatan di banyak negara-negara lain. Termasuk kita," tambahnya.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved