Breaking News:

Polemik Vaksin Nusantara

Siti Fadilah Supari: Saya Mendukung Terawan Supaya Tidak Putus Asa

Dukungan diberikan Siti sebagai bentuk kepedulian terhadap Terawan yang merupakan temannya.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Mantan Menteri Kesehatan yang merupakan terpidana kasus suap alat kesehatan tahun 2005 Siti Fadilah Supari menjalani sidang perdana Peninjauan Kembali (PK) kasus pengadaan alat kesehatan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (31/5/2018). PK ini diajukan oleh Siti Fadilah untuk mencari keadilan yang sebelumnya di pengadilan tingkat pertama, majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menghukum Siti dengan pidana penjara empat tahun, denda Rp 200 juta subsider dua bulan kurungan dan membayar uang pengganti Rp 1,9 miliar. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menyatakan dukungannya kepada dokter Terawan Agus Putranto yang sedang mengembangkan vaksin Nusantara.

Dukungan diberikan Siti sebagai bentuk kepedulian terhadap Terawan yang merupakan temannya.

Terawan yang kini dihujani berbagai kritik lantaran melaksanakan uji klinik fase II vaksin Nusantara tanpa izin dari Badan POM menurut Siti sangat membutuhkan dukungan agar tidak putus asa.

"Saya itu mendukung dia (Terawan), supaya dia tidak putus asa. Saking menghadapi perlawanan yang sedemikian keras, saya sebagai temannya memberikannya dukungan," ujar Siti saat berbincang dengan Tribun Network, Jumat (16/4/2021) malam.

Siti mengungkapkan, tidak ada seorangpun yang memintanya untuk menjadi relawan uji klinik fase II vaksin Nusantara yang berlangsung di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (14/4/2021) kemarin.

Mantan Menkes era Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu menjadi relawan atas keinginannya sendiri.

Siti mengaku hanya ingin mengetahui hasil penelitian Terawan, yang mencoba menggunakan sel dentitrik untuk memperbaiki imun tubuh manusia agar terhindar dari virus Covid-19. 

"Aku ikut jadi relawan, itu saya sendiri yang minta. Karena saya pengin tahu. Saya ikut itu memang karena saya pengin tahu, hasilnya seperti apa," ujar Siti Fadilah.

Menurut Siti, Terawan yang berusaha menggunakan metode dentitrik autolog untuk meningkatkan kekebalan manusia terhadap virus Covid-19 merupakan sebuah inovasi.

Baca juga: Vaksin Merah Putih Ditargetkan Produksi Massal 2022, Bio Farma Ajak Swasta Terlibat

"Kalau ini biasanya untuk kanker, kemudian dia punya inovasi, barangkali bisa untuk Covid-19. Dia (Terawan) punya pendapat begitu ya kita tidak tahu," ujar Siti.

"Dia mungkin belum cerita dengan orang banyak kenapa dia bisa berpikir begitu, atau itu disimpan atau bagaimana," sambung Siti.

Siti memastikan akan mengikuti penelitian sel dentitrik Terawan sampai akhir. 

"Maka itu saya pengin tahu banget (hasil penelitian Terawan), makanya saya ikut jadi relawan. Karena pengin banget ikutin dia sampai mentok, sampai keluar hasilnya seperti apa," ujar Siti.

"Seorang peneliti itu tidak tergantung dengan hasil. Yang kita lihat adalah prosesnya. Proses kita harus betul dan benar. Ikuti kaidah-kaidah yang benar. Makanya saya ikut karena saya ingin tahu, kaidah-kaidahnya benar tidak ya," sambung dia.

Penulis: Lusius Genik Ndau Lendong
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved