Breaking News:

Penanganan Covid

MUI Anjurkan Vaksinasi Dilakukan Malam Hari Saat Ramadan Bagi yang Tidak Kuat

MUI memperbolehkan proses vaksinasi dilakukan pada siang ataupun malam hari guna memperlancar vaksinasi di tengah ibadah puasa

capture zoom
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Cholil Nafis saat menghadiri webminar yang diadakan oleh Direktorat Promkes dan PM Kemenkes RI, Minggu, (18/4/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Alivio

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Cholil Nafis menjelaskan bahwa vaksinasi saat Ramadan tidak membatalkan puasa.

Namun, beberapa keluhan setelah vaksin yang menyebabkan lemas atau demam buat sebagian orang diperkanankan batal apabila memang sudah tidak kuat.

Dalam hal ini, Cholil Nafis menganjurkan agar supaya tetap berpuasa, vaksinasi dilakukan pada malam hari.

Hal ini disampaikannya saat menghadiri webminar yang diadakan oleh Direktorat Promkes dan PM Kemenkes RI, Minggu, (18/4/2021).

"Yang pertama di fatwa MUI no.13 tahun 2021 itu, vaksinasi tidak membatalkan puasa," ucap Cholil.

Baca juga: Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Denpasar, Senin 19 April 2021, Ada Bacaan Niat hingga Berbuka Puasa

"Kalau  memang dia tidak kuat dan lemes secara kesehatan tidak baik maka sebaiknya membatalkan puasanya, konsumsi apa yang perlu untuk menyehatkan tubuh nanti setelah Ramadan diganti," tambahnya. 

Hal ini didasari karena segala sesuatu yang membuat tubuh sakit atau dapat membahayakan kesehatannya tidak dibenarkan.

"Karena tidak boleh kita merusak tubuh kita membiarkan dalam keadaan sakit lalu ditahan dan membahayakan kepada kesehatannya, menjaga jiwa itu hukumnya wajib, jaga kesehatan adalah kewajiban kita," jelas Cholil.

Untuk tetap menjalankan ibadah puasa saat vaksinasi, Cholil menganjurkan untuk dilakukannya pada malam hari.

Baca juga: Menu Buka Puasa Ramadhan Egg Mayo Rice Bowl, Simak Resepnya Lengkap dengan Bacaan Doa Buka Puasa

"Kalau memang dirinya tidak kuat sebaiknya memang konsul ke dokter untuk dilakukan vaksinasi malam hari sehingga sebelum vaksin bisa dilakukan upaya makan-makanan yang membuat kita lebih sehat," bebernya.

"Dan juga ketika terjadi respon kurang baik setelah di vaksin bisa langsung mengkonsumsi apa yg dibutuhkan tubuh," tambahnya.

Dengan ini, MUI memperbolehkan proses vaksinasi dilakukan pada siang ataupun malam hari guna memperlancar vaksinasi di tengah ibadah puasa.

"Artinya dari MUI memperbolehkan siang/malam tetapi baik dan tidak baiknya kembali kepada kondisi masing-masing sesuai arahan dari dokter dan medis yang kompeten," pungkasnya.

Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved