Breaking News:

Virus Corona

Indonesia Berisiko Alami Lonjakan Kasus Covid-19 seperti India, Ahli: 3T dan 3M Jangan Kendor

Tonang menyebut, risiko membludaknya kasus konfirmasi dan kematian akibat Covid-19 di India tidak menutup kemungkinan juga bisa mengancam Indonesia.

Narinder NANU / AFP
Anggota staf medis yang mengenakan APD membawa jenazah pasien Covid-19 di sebuah rumah sakit di Amritsar, India pada 24 April 2021. 

Tonang menyebut, tidak mungkin bisa membuat vaksin yang bisa mengikuti perkembangan mutasi virus.

"Tetapi kalau kita mencegah virusnya tidak bekembang, bisa."

"Dengan 3M tadi, virus akan selesai karena tidak ada tempat baru," ungkap Tonang.

Kondisi di India

Tsunami Covid-19 menyebabkan krematorium di India kewalahan karena setiap hari ada ratusan korban virus corona yang harus dikremasi.
Tsunami Covid-19 menyebabkan krematorium di India kewalahan karena setiap hari ada ratusan korban virus corona yang harus dikremasi. (Tangkap Layar Video The Telegraph)

Adapun diketahui, infeksi virus corona di India melewati angka 18 juta pada Kamis (29/4/2021) dengan hampir 380.000 kasus baru Covid-19, memecahkan rekor dunia.

Ledakan infeksi, yang sebagian disebabkan oleh varian baru virus corona serta peristiwa politik dan keagamaan massal, telah membanjiri rumah sakit dengan kekurangan tempat tidur, obat-obatan, dan oksigen yang parah.

Baca juga: Ilmuwan India Desak PM Modi Rilis Data Asli Jumlah Kasus Positif dan Kematian Akibat Covid-19

Menurut data Kementerian Kesehatan, India melaporkan 379.257 kasus baru dan kematian 3.645, menjadikan total infeksi menjadi 18,38 juta dan orang meninggal akibat Covid-19 menjadi 204.832.

Bulan ini saja, India telah menambah lebih dari 6 juta kasus baru virus corona.

Sejatinya, Kepala Penasihat Ilmiah Pemerintah India K. Vijay Raghavan mengatakan dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Indian Express, pemerintah bisa berbuat lebih banyak untuk mempersiapkan gelombang kedua.

"Ada upaya besar oleh pemerintah pusat dan negara bagian dalam meningkatkan infrastruktur rumah sakit dan perawatan kesehatan selama gelombang pertama. Tapi, karena gelombang itu menurun, mungkin begitu juga perasaan terdesak," katanya, seperti dilansir Kontan.

Halaman
1234
Penulis: Wahyu Gilang Putranto
Editor: Arif Fajar Nasucha
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved