Breaking News:

Penanganan Covid

Satgas Covid-19: Pemprov DKI Sudah Diingatkan Potensi Kerumunan di Pasar Tanah Abang

pemerintah sebelumnya telah mengingatkan pemprov DKI terkait kerumunan di Pasar Tanah Abang yang terjadi di akhir pekan kemarin.

Tribunnews/Irwan Rismawan
Warga berbelanja di Blok B Pusat Grosir Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (2/5/2021). Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengakui adanya lonjakan pengunjung di pusat tekstil terbesar se-Asia Tenggara tersebut dari sekitar 35.000 pengunjung pada hari biasa menjadi sekitar 87.000 orang pada akhir pekan ini, sehingga pihaknya menyiagakan sekitar 750 petugas untuk menjaga kedisiplinan protokol kesehatan guna mencegah penularan Covid-19. Tribunnews/Irwan Rismawan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Sonny Harry B. Harmadi menuturkan, pemerintah sebelumnya telah mengingatkan pemprov DKI terkait kerumunan di Pasar Tanah Abang yang terjadi di akhir pekan kemarin.

Ia menerangkan, di tengah pelarangan mudik yang berlaku mulai 6 - 17 Mei 2021 diprediksi terjadi mobilitas lokal seperti di pasar, mal, serta tempat wisata lain.

"Kita memang fokus pada pelarangan mudik tetapi kita sudah mengingatkan karena mudik dilarang, mungkin orang akan melakukan mobilitas lokal dan biasanya kan 10 hari menjelang lebaran itu akan terjadi peningkatan, THR nya udah di bagi, orang-orang kan belanja dan seterusnya," kata dia saat dihubungi Tribunnews.com, Senin (3/5/2021).

Satgas Covid-19 menyayangkan kejadian kerumunan, dimana sangat berpotensi menyebabkan penularan, apalagi dalam jumlah yang besar seperti 100 ribu orang.

Satgas Covid-19 juga telah mendorong Satgas daerah DKI Untuk menginformasikan kepada masyarakat tentang perkembangan keramaian di pusat-pusat perbelanjaan.

Baca juga: Soal Kerumunan Pasar Tanah Abang, Satgas Covid-19: Buka Peluang Jadi Klaster Baru Corona

Satgas berharap, masyarakat dapat menahan diri untuk tidak pergi ke pusat keramaian jika tempat yang dikunjungi tidak menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Jangan sampai mengorbankan risiko tertular. Penularan masih sangat tinggi dan kita nggak ingin seperti di India kalau masyarakatnya abai terhadap protokol kesehatan," terang Soni.

Selanjutnya ujar Soni, peristiwa kerumunan di Pasar Tanah Abang dapat menjadi pelajaran bagi semua daerah untuk bisa mengantisipasi mobilitas lokal akibat dampak pelarangan mudik.

"Ini harus menjadi menjadi pelajaran bagi seluruh daerah bukan cuma Tanah Abang kemungkinan akan terjadi juga di kota-kota lainnya ," ucapnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved