Breaking News:

Virus Corona

UPDATE Kasus Corona Indonesia 6 Mei 2021: Tambah 5.647 Positif, 5.440 Sembuh, dan 147 Meninggal

Berikut informasi terbaru penambahan kasus virus corona (Covid-19) di Indonesia pada Kamis (6/5/2021).

Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Update Covid-19. Berikut informasi terbaru penambahan kasus virus corona (Covid-19) di Indonesia pada Kamis (6/5/2021). 

TRIBUNNEWS.COM - Berikut informasi terbaru penambahan kasus virus corona (Covid-19) di Indonesia pada Kamis (6/5/2021).

Data di laman Covid19.go.id pukul 17.07 WIB, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia bertambah 5.647 pasien.

Total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia menjadi 1.697.305 pasien. 

Pada Rabu (5/5/2021) kemarin, total pasien positif Covid-19 sebanyak 1.691.658 orang.

Jumlah pasien yang sembuh pada hari ini menjadi 1.552.532 di seluruh Indonesia.

Pada hari sebelumnya, total pasien yang sembuh yakni 1.547.092 orang.

Ada penambahan pasien sembuh sebanyak 5.440 orang.

Baca juga: 26 WN India Masih Jalani Karantina di RS, Kemenkes Deteksi Kemungkinan Ada Varian Corona Baru

Kemudian, total ada 46.496 orang yang dinyatakan meninggal dunia hingga hari ini.

Sementara, data kemarin sebanyak 46.349 orang meninggal dunia.

Dengan demikian, jumlah pasien Covid-19 yang meninggal dunia dalam 24 jam sebanyak 147 orang.

Satgas Tegaskan Larangan Mudik

Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo, kembali menegaskan terkait larangan mudik dari pemerintah.

Ia menyampaikan, larangan mudik lebaran 2021 berdasarkan berbagai pertimbangan, masukan, dan data-data yang dikumpulkan selama satu tahun terakhir.

Doni kemudian mengingatkan para kepala daerah agar mengikuti arahan pemerintah pusat tersebut.

Hal itu disampaikan dalam keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (3/5/2021).

“Keputusan dilarang mudik ini mohon kiranya narasinya adalah narasi tunggal. Tidak boleh ada pejabat manapun yang berbeda narasinya dari narasi pusat."

"Ini adalah keputusan politik negara, Kepala Negara adalah Bapak Presiden Jokowi. Mohon sekali lagi, seluruh komponen bangsa untuk betul-betul mengikuti arahan ini,” ujarnya, dikutip dari laman presidenri.go.id.

Baca juga: Kondisi 2 Orang yang Terpapar Varian Corona B1617, WNI Sembuh dan WN India Stabil Dirawat di RS

Setelah Presiden mengumumkan larangan mudik, masih ada sekitar tujuh persen masyarakat yang menyatakan akan tetap melakukan mudik.

“Bahkan sebelum Ramadhan pun sudah ada yang kembali ke kampung halaman untuk melakukan berbagai macam aktivitas."

"Sehingga kalau kita lihat, hampir semua provinsi di pulau Sumatera mengalami kenaikan kasus baik kasus aktif dan juga menurunkan angka kesembuhan, serta meningkat angka kematiannya,” ungkapnya.

Sehingga, Doni Monardo mengimbau para kepala daerah terutama di Sumatera, untuk melakukan evaluasi secepat mungkin.

Baca juga: Dua Kasus Virus Corona Varian India Ditemukan di Serpong Utara 

Ia juga meminta para kepala daerah tidak terlambat dalam melakukan pengetatan dan melakukan langkah-langkah pencegahan agar kasus positif tidak melonjak secara eksponensial.

“Jangan sampai terlambat karena ketika terlambat melakukan pengetatan dan melakukan langkah-langkah untuk pencegahan, maka kasus eksponensial ini akan tidak terkontrol seperti yang pernah terjadi di Jakarta pada bulan September dan Oktober tahun lalu."

"Setelah adanya pengenduran terhadap sejumlah kegiatan liburan, maka RS Wisma Atlet mengalami kepenuhan sehingga terjadi antrean ambulans yang cukup panjang."

"Pengalaman-pengalaman ini diharapkan betul-betul menjadi pelajaran bagi kita semua untuk tidak terulang kembali pada periode yang akan datang,” terangnya.

(Tribunnews.com/Nuryanti)

Berita lain terkait Covid-19

Penulis: Nuryanti
Editor: Pravitri Retno Widyastuti
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved