Breaking News:

Penanganan Covid

Survei Facebook: Kaum Muda Indonesia Masih Ragu Ikut Vaksinasi Covid-19

Survei yang memaparkan kesediaan masyarakat dalam mengikuti program vaksinasi COVID-19 ini berlangsung pada 10 Januari hingga 31 Maret 2021.

Tribunnews/Herudin
Vaksinator mempersiapkan vaksin Covid-19 yang akan disuntikkan kepada warga di Kampung Tangguh Jaya (KTJ) Cideng, Jakarta, Sabtu (10/4/2021). Polda Metro Jaya memanfaatkan 500 KTJ, mal, dan tempat pelayanan umum lainnya yang akan memberikan pelayanan kepada masyarakat agar lebih mudah melakukan vaksinasi. Tribunnews/Herudin 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Hasil survei terbaru University of Maryland dengan kemitraan bersama Facebook serta Kementerian Kesehatan didapati hasil ada kelompuk usia muda yang masih ragu menerima suntikan vaksin Covid-19.

Survei yang memaparkan kesediaan masyarakat dalam mengikuti program vaksinasi COVID-19 ini berlangsung pada 10 Januari hingga 31 Maret 2021.

"Dari kelompok demografis utama, keragu-raguan vaksin di Indonesia paling bervariasi antar kelompok umur. Secara khusus, kelompok usia termuda adalah kelompok yang paling ragu akan vaksin, dengan kelompok usia 18-24 tahun sebesar 20,9 persendan usia 25-34 tahun sebesar 21,4 persen," tulis keterangan yang dikutip dari laman Kementerian Kesehatan, Kamis (13/5/2021).

Kemudian dari orang dewasa yang ragu-ragu terhadap vaksin di Indonesia, terdiri 49,2 persen mengkhawatirkan efek samping dan 34,9 persen ingin menunggu dan melihat situasi dulu sebagai alasan utama keraguan.

Jika dibandingkan antar provinsi, Riau dan Sumatera Selatan memiliki keragu-raguan vaksin tertinggi di antara kelompok usia 18 24 tahun masing-masing sebesar 32,1 persen dan 31,7 persen.

Sedangkan Banten dan Bali memiliki keragu-raguan vaksin yang paling rendah di antara kelompok usia ini masing-masing sebesar 14,8 persen dan 13,3 persen.

Dalam survei yang sama dinyatakan lula bahwa sebanyak 80,8 persen masyarakat Indonesia bersedia menerima vaksin.

Baca juga: Kajian Cepat Kemenkes : Vaksin Sinovac Efektif Cegah Kematian karena Covid-19

“Karenanya kami sangat senang melihat laporan yang positif dari COVID-19 Symptom Survey yang menyatakan bahwa keraguan masyarakat untuk mendapatkan vaksin telah menurun dari 28,6% menjadi 19,2% selama periode Januari-Maret 2021 ini," ujar Oscar Primadi, Sekretaris Jenderal, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Pengumpulan data COVID-19 Symptom Survey dilakukan oleh University of Maryland dengan mengedepankan dan menjaga privasi semua responden.

Selain responden dari Indonesia, orang-orang dari 200 negara dan negara bagian juga turut berpartisipasi dalam survei yang dilakukan diluar platform Facebook ini.

Laporan Survei Gejala COVID-19 untuk Indonesia ini menganalisis data dari 178.988 responden dalam periode 10 Januari – 31 Maret 2021.

Temuan dari survei ini memberikan rincian demografis dari keraguan vaksin COVID-19 yang dilaporkan sendiri, alasan keraguan, sumber informasi terpercaya, dan perilaku utama seperti pemakaian masker dan jarak sosial di negara ini.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved