Breaking News:

Penanganan Covid

Jokowi: Mencari Vaksin Tidak Mudah, Baru ada 420 Ribu Dosis Vaksin untuk Gotong Royong

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan sulitnya mencari vaksin Covid-19 sekarang ini.

TRIBUNNEWS/Jeprima
Presiden RI Joko Widodo berbincang dengan Menkes RI Budi Gunadi Sadikin, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Ketua Umum KADIN Rosan P. Roeslani disela- sela peninjauan program Vaksinasi Massal di TM Thamrin City, Jakarta Pusat, Senin, (3/5/2021). Salah satu bentuk kepedulian terhadap kesehatan bersama dan Salah satu Trade Mall di Jakarta Pusat , TM Thamrin City gelar vaksinasi Covid-19 selama dua hari pada tanggal 3 dan 4 Mei 2021. Dengan target peserta vaksin sebanyak 2000 orang. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail
TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan sulitnya mencari vaksin Covid-19 sekarang ini.

Vaksin covid-19, kata Presiden menjadi rebutan negara negara lain yang juga ingin keluar dari Pandemi Covid-19.

Baca juga: Jokowi Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong di PT Unilever Indonesia

Baca juga: Vaksinasi Gotong Royong Dimulai Hari Ini, Berikut Informasi Lengkap Vaksin yang Digunakan dan Tarif

"Mencari vaksin juga bukan barang yang mudah," kata Jokowi saat meninjau pelaksanaan vaksinasi Gotong Royong di Kawasan Industri Jababeka, Bekasi, Jawa Barat, Selasa, (18/5/2021).

Presiden mencontohkan vaksin untuk program Vaksinasi Gotong royong baru tersedia sebanyak 420 ribu dosis. Jumlah tersebut masih jauh dari komitmen ketersediaan sebanyak 30 juta dosis.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi Gotong Royong di kawasan Jababeka, Cikarang, Jawa Barat, Selasa, (18/5/2021).
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi Gotong Royong di kawasan Jababeka, Cikarang, Jawa Barat, Selasa, (18/5/2021). (Sekretariat Presiden)

"Karena memang membeli vaksin, mencari vaksin itu menjadi rebutan 215 negara, semuanya ingin mendapatkan vaksin secepat-cepatnya untuk bisa keluar dari pandemi ini," katanya.

Meskipun demikian, kata Presiden, pemerintah terus berupaya mendatangkan vaksin secepat cepatnya agar program vaksinasi untuk menciptakan kekebalan komunal dapat tercapai. Secara keseluruhan sebanyak 23 juta dosis vaksin telah disuntikan kepada masyarakat. Jumlah tersebut masih jauh dari target sebanyak 380 juta dosis.

"Ini memang (jumlahnya) masih jauh sekali," pungkas Presiden.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved