Virus Corona

Sejumlah Negara di Asia Tenggara Mengalami Lonjakan Kasus Covid-19

Beberapa negara di kawasan Asia Tenggara memperketat pelaksaan protokol kesehatan seiring meningkatnya jumlah kasus virus corona atau Covid-19.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Adi Suhendi
Pixabay/Tumisu
Ilustrasi virus corona. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Beberapa negara di kawasan Asia Tenggara memperketat pelaksaan protokol kesehatan seiring meningkatnya jumlah kasus virus corona atau Covid-19 di wilayahnya.

Adapun dua negara yang melakukan pengetatan pembatasan sosial di antaranya Singapura dan Vietnam.

Diketahui sistem pembatasan kembali diperketat di Singapura.

Dikutip dari laman Hawaii Public Radio, Selasa (18/5/2021), sejak Senin kemarin, orang-orang hanya diperbolehkan keluar rumah dalam kelompok yang hanya terdiri dari dua orang.

Selain itu, mereka juga dilarang makan di dalam restoran, menghadiri resepsi pernikahan, serta harus mematuhi aturan baru lainnya.

Ini diberlakukan pemerintah Singapura setidaknya selama empat minggu ke depan.

Hal itu karena sebelumnya terjadi peningkatan kasus Covid-19 lokal, dengan setidaknya terdapat 11 klaster aktif.

Baca juga: Duterte Akan Kembali Terapkan Lockdown Lebih Ketat Jika Kasus Covid-19 Melonjak Lagi

Program vaksinasi pun sedang digiatkan di negara itu, dengan sekitar sepertiga populasi mendapatkan setidaknya satu suntikan.

Sementara lebih dari 20 persen warga telah memperoleh vaksinasi secara penuh.

Kecepatan vaksinasi di 'negara kota' ini dinilai jauh lebih lambat dibandingkan negara lain di kawasan Asia Tenggara.

Kemudian di Vietnam, berdasarkan data yang dimiliki pemerintah negara tersebut menunjukkan kurang dari 1 persen populasi yang telah divaksinasi.

Baca juga: Thailand Tutup Pabrik di Nakhon Ratchasima Akibat Lonjakan Covid-19

Angka ini berbeda tipis dengan vaksinasi populasi warga Thailand yang mencapai sekitar 2 persen.

Vietnam sebenarnya merupakan 'kisah sukses' awal pandemi Covid-19.

Namun, semua berubah sejak akhir April lalu, setelah pejabat pemerintah menghitung lebih dari 600 kasus infeksi baru terjadi di negara itu.

Selain itu, saat ini ada sekitar 70.000 orang yang berada dalam masa karantina.

Baca juga: 39 Warga Sukabumi Positif Covid-19 Setelah Lebaran, Satu Orang Meninggal Dunia

Sedangkan Thailand, meskipun memiliki kasus Covid-19 yang relatif sedikit pada tahun 2020 yakni kurang dari 7.000 kasus.

Namun mirisnya, dalam enam pekan terakhir, pejabat kesehatan negara itu telah melaporkan hampir 60.000 kasus infeksi baru.

BERITATERKAIT
  • AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved