Breaking News:

Virus Corona

WHO Perkirakan 115.000 Tenaga Kesehatan Meninggal karena Virus Corona di Dunia

Dirjen WHO mengatakan dosis yang diberikan sejauh ini akan cukup untuk memvaksinasi setiap profesional tenaga kesehatan dan orang yang lebih tua

Christopher Black / Organisasi Kesehatan Dunia / AFP
Gambar selebaran ini diambil dan dirilis pada 12 Februari 2021 oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan sambutannya saat konferensi pers pada 12 Februari 2021 di Jenewa. Kepala Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan pada 12 Februari 2021 bahwa semua hipotesis tentang asal-usul pandemi Covid-19 tetap ada di atas meja setelah penyelidikan WHO di China. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JENEWA  - Setidaknya 115.000 tenaga kesehatan dan perawatan diperkirakan telah kehilangan nyawa akibat Covid-19.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, seperti dilansir Saudii Gazette, Selasa (25/5/2021).

Berbicara pada pembukaan sidang Tahunan WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus memberikan penghormatan kepada para pekerja profesional perawatan kesehatan di seluruh dunia, yang telah "banyak terinfeksi Covid-19.”

“Kami memperkirakan bahwa setidaknya 115.000 pekerja kesehatan dan perawatan telah membayar harga tertinggi dalam pelayanan orang lain," ujarnya.

Dia memperingatkan 18 bulan pandemi situasinya tetap genting dan bahwa "pada tren saat ini, jumlah kematian akan menyalip total tahun lalu dalam tiga minggu ke depan".

"Lebih dari 75 persen dari semua vaksin telah diberikan hanya di 10 negara.”

Dia kembali mengingatkan tidak ada cara sekelompok kecil negara yang membuat dan membeli mayoritas vaksin di dunia bisa mengendalikan nasib seluruh dunia.

Dirjen WHO mengatakan dosis yang diberikan sejauh ini akan cukup untuk memvaksinasi setiap profesional tenaga kesehatan dan orang yang lebih tua di seluruh dunia.

Menurut Our World in Data, lebih dari 1,6 miliar dosis vaksin telah diberikan secara global. Tercatat 600 juta  diberikan di AS, Uni Eropa, Inggris, Israel dan Kanada, sementara China telah menggunakan lebih dari 510 juta dosis.

Halaman
12
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved