Breaking News:

Virus Corona

Wakil Ketua MPR RI Desak Agresifkan Testing dan Tracing Cegah Munculnya Klaster Baru Covid-19

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan, pencegahan munculnya klaster-klaster baru penyebaran Covid-19 sangat diperlukan.

MPR RI
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan, pencegahan munculnya klaster-klaster baru penyebaran Covid-19 sangat diperlukan lewat
konsistensi para pemangku kepentingan dan masyarakat.

Terlebih, saling membangkitkan kesadaran untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan (Prokes) dalam keseharian.

"Sejauh ini di sejumlah daerah sudah menerapkan lockdown skala RT/RW menyikapi munculnya klaster-klaster baru di masing-masing wilayah," kata Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Kamis (27/5/2021).

Menyikapi peningkatan kasus positif Covid-19 di sejumlah daerah, pemerintah memutuskan memperpanjang kembali pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro di seluruh Indonesia pada 1-14 Juni 2021.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Indonesia Per 27 Mei 2021 Bertambah 6.278, Meningkat Dibanding Hari Sebelumnya

Menurut Lestari, selain membatasi pergerakan orang secara ketat dalam skala mikro, upaya agresif testing dan tracing dalam setiap munculnya klaster-klaster baru penyebaran Covid-19 sangat diperlukan untuk mengetahui sumber penularan.

Sehingga, kata Rerie, sapaan akrab Lestari, para pemangku kepentingan di setiap daerah dapat melakukan upaya pengobatan atau pemulihan orang yang terpapar virus Corona di wilayah tersebut dengan tepat.

Jelas Rerie, harus disadari bersama salah satu sumber dari permasalahan dalam penanganan pengendalian Covid-19 yang hadapi saat ini adalah ketidakdisiplinan sebagian masyarakat dalam menjalankan Prokes.

Baca juga: Kasus Dokter Jual Beli Vaksin Covid-19, PDIP Minta Distribusi Vaksin Dipantau dengan Teknologi

Munculnya sejumlah klaster baru di berbagai daerah, menurut anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, merupakan bukti dari abainya sebagian masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Rerie menegaskan, para pemangku kepentingan dan masyarakat baru sibuk ketika menghadapi munculnya klaster penyebaran baru Covid-19 di wilayahnya.

Padahal, jelasnya, penularan Covid-19 itu bisa dicegah bila sejak awal masyarakat dan para pemangku kepentingan di daerah agresif meningkatkan disiplin penerapan protokol kesehatan.

Baca juga: 83,9 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Sudah Tiba di Indonesia, Pemerintah Jamin Ketersediaan Stok

Menurut Rerie, upaya membangun kesadaran bersama dalam menjalankan Prokes di tengah masyarakat kita, seharusnya menjadi prioritas untuk menghadapi pandemi yang belum bisa diperkirakan kapan akan berakhir.

"Langkah terukur dalam upaya menanamkan kesadaran kepada masyarakat untuk disiplin menerapkan Prokes, ujar Rerie, sangat diperlukan agar sejumlah strategi pengendalian Covid-19 dapat diterapkan dengan baik," jelasnya.

Berdasarkan catatan Satgas Covid-19 per Rabu (26/6/2021) kasus positif virus Korona bertambah 5.304 kasus, sehingga total akumulasi positif Covid-19 sejak pasien pertama diumumkan pemerintah pada 2 Maret 2020 kini menjadi 1.791.221 kasus.

Dari jumlah tersebut sebanyak 1.645.263 dinyatakan sembuh dan 49.771 meninggal dunia.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved