Breaking News:

Virus Corona

BREAKING NEWS Corona di Indonesia Minggu, 30 Mei 2021: Tambah 6.115 Kasus Positif, Total 1.816.041

Simak perkembangan kasus corona di Indonesia hari ini, Minggu (30/5/2021) tambahan mencapai 6.115 kasus positif, total menjadi 1.816.041.

Freepik
Simak perkembangan kasus corona di Indonesia hari ini, Minggu (30/5/2021) tambahan mencapai 6.115 kasus positif, total menjadi 1.816.041. 

TRIBUNNEWS.COM - Angka kasus virus corona atau Covid-19 di Indonesia masih bertambah setiap harinya.

Melansir data covid.go.id, hari Minggu (30/5/2021), kasus Covid-19 bertambah sebanyak 6.115 pasien.

Sehingga, sampai hari ini total sudah ada 1.816.041 kasus Covid-19 di Indonesia.

Tiga hari sebelumnya, jumlah penambahan kasus Covid-19 berada di angka 5-6 ribuan.

Baca juga: Update Corona Global 30 Mei 2021: Infeksi Covid-19 di Seluruh Dunia Lebih dari 170,6 Juta Kasus

Baca juga: Sudah Divaksininasi Covid-19? Bisa Nonton Tanpa Pakai Masker di Bioskop Amerika Serikat

Kabar baiknya, pasien sembuh hari ini bertambah sebanyak 4.024 orang.

Jumlah penambahan itu membuat total angka kesembuhan menjadi 1.663.998 orang.

Sedangkan, untuk kasus kematian bertambah 142 jiwa pada hari ini.

Jadi, total kasus Covid-19 yang berujung kematian menjadi 50.404.

Pencegahan Covid-19 pada Level Individu dan Masyarakat
Warga tengah mencuci tangan menggunakan wastafel publik di Kawasan Sea World, Ancol, Jakarta Utara, Minggu (3/1/2020). Sea World Ancol terus menerapkan protokol kesehatan bagi pengunjung dengan terus mengedepankan 3M saat akan masuk ke area Aquarium raksasa. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Warga tengah mencuci tangan menggunakan wastafel publik di Kawasan Sea World, Ancol, Jakarta Utara, Minggu (3/1/2020). (WARTA KOTA/WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA)

Dikutip dari kemkes.go.id  berikut cara pencegahan Covid-19 pada level individu dan masyarakat:

A. Pencegahan Level Individu

Terdapat beberapa prinsip yang perlu diikuti untuk membantu mencegah COVID-19, yaitu menjaga kebersihan diri/personal dan rumah dengan cara:

a. Mencuci tangan lebih sering menggunakan sabun dan air setidaknya 20 detik atau pembersih tangan berbasis alkohol (hand sanitizer), serta mandi atau mencuci muka jika memungkinkan, sesampainya rumah atau di tempat bekerja, setelah membersihkan kotoran hidung, batuk atau bersin dan ketika makan atau mengantarkan makanan.

b. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut menggunakan tangan yang belum dicuci.

c. Jangan berjabat tangan.

d. Hindari interaksi fisik dekat dengan orang yang memiliki gejala sakit.

e. Tutupi mulut saat batuk dan bersin menggunakan lengan atas bagian dalam atau memakai tisu lalu langsung buang tisu ke tempat sampah dan segera cuci tangan.

f. Segera mengganti baju/mandi sesampainya di rumah setelah bepergian.

g. Bersihkan dan berikan disinfektan secara berkala pada benda-benda yang sering disentuh dan pada permukaan rumah dan perabot (meja, kursi, dan lain-lain), gagang pintu, dan lain-lain.

B. Pencegahan Level Masyarakat

a. Dilarang berdekatan atau kontak fisik dengan orang mengatur jarak minimal 1 meter, tidak bersalaman, tidak berpelukan dan berciuman.

b. Hindari penggunaan transportasi publik (seperti kereta, bus, dan angkot) yang tidak perlu, sebisa mungkin hindari jam sibuk ketika berpergian.

c. Bekerja dari rumah (Work From Home), jika memungkinkan dan kantor memberlakukan ini.

d. Dilarang berkumpul massal di kerumunan dan fasilitas umum.

e. Hindari bepergian ke luar kota/luar negeri termasuk ke tempat-tempat wisata.

f. Hindari berkumpul teman dan keluarga, termasuk berkunjung/bersilaturahmi tatap muka dan menunda kegiatan bersama. Hubungi mereka dengan telepon, internet, dan media sosial.

g. Gunakan telepon atau layanan online untuk menghubungi dokter atau fasilitas lainnya.

h. Jika Anda sakit, Dilarang mengunjungi orang tua/lanjut usia. Jika Anda tinggal satu rumah dengan mereka, maka hindari interaksi langsung dengan mereka.

i. Untuk sementara waktu, anak sebaiknya bermain sendiri di rumah.

j. Untuk sementara waktu, dapat melaksanakan ibadah di rumah.

Pemerintah Belum Prioritaskan Vaksinasi Covid-19 pada Anak-anak, Ini Sebabnya

Sampai saat ini Indonesia belum memprioritaskan anak-anak dalam daftar penerima vaksin Covid-19.

Dijelaskan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito hal itu didasari karena di tingkat dunia sebagian merk vaksin belum sepenuhnya diuji pada kategori pada anak-anak.

"Belum masifnya vaksinasi Covid-19 bagi anak-anak di dunia, diakibatkan hanya sebagian merek vaksin yang diujicobakan kepada anak-anak saat proses pengadaannya,” ungkap Wiku dalam keterangan tertulis, diberitakan Tribunnews sebelumnya, Sabtu (29/5/2021).

Wiku melanjutkan, Indonesia kini memfokuskan vaksinasi pada kelompok rentan terpapar Covid-19 yakni kelompok usia produktif 18 tahuh ke atas sampai lansia.

"Saat ini Indonesia berfokus pada kelompok rentan, dan secara statistik didominasi usia 18 tahun. Hal ini untuk memperlambat laju penularan," jelas dia.

Namun kedepan ia menuturkan, pemerintah tidak menutup kemungkinan akan pula memberikan vaksin kepada anak-anak secara bertahap.

"Karena sesuai dengan amanat presiden, untuk berupaya keras setiap orang mendapatkan haknya untuk divaksin,” jelas Wiku.

Satgas Covid-19: Vaksin Sinopharm Miliki Efikasi 78,2 Persen

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyatakan vaksin Covid-19 produksi Sinopharm memiliki efikasi tinggi yakni sebesar 78,02 persen.

"Studi klinis fase 3 pada lebih dari 42 ribu subjek di Uni Emirat Arab dan beberapa negara, menunjukkan efikasi vaksin Sinopharm sebesar 78,02 persen," kata Wiku dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/5/2021).

"Hasil pengukuran imunogenesitas penggunaan vaksin menunjukkan pembentukan antibodi tergolong tinggi pada orang lansia dan dewasa," lanjut Wiku.

Baca juga: Satgas Covid-19: Vaksin Sinopharm Memiliki Tingkat Efikasi Tinggi

Ia memaparkan, vaksin mendapatkan persetujuan Emergency Use of Authorization (EUA) di lebih dari 27 negara termasuk Indonesia mengeluarkan EUA sejak April 2021.

Vaksin ini juga telah mendapatkan Emergency Use of Listing (EUL) dari WHO pada 7 Mei 2021.

Meski demikian, vaksinasi saja belum cukup memberi perlindungan dalam mencegah penularan.

Baca juga: Kimia Farma Sepakati Pengadaan 7,5 Juta Dosis Vaksin Sinopharm Guna Percepat Vaksinasi Gotong Royong

Karena seluruh jenis pengendalian Covid-19 saling melengkapi, dan tidak bisa berdiri sendiri dan dijalankan dalam waktu bersamaan.

Indonesia saat ini masih memfokuskan pada kelompok rentan terpapar Covid-19.

Karena itu juga, untuk vaksin terhadap anak-anak belum diutamakan mengingat di tingkat dunia sebagian merk vaksin belum sepenuhnya diuji pada kategori pada anak-anak.

"Saat ini Indonesia fokus kelompok rentan, dan secara statistik didominasi usia 18 tahun. Hal ini untuk memperlambat laju penularan," lanjutnya.

Baca artikel lain terkait Virus Corona

(Tribunnews.com/Shella/Endra Kurniawan/Rina Ayu Panca Rini)
Penulis: Shella Latifa A
Editor: Gigih
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved