Breaking News:

Penanganan Covid

Satgas IDI Larang Vaksinasi AstraZeneca Bawah 30 Tahun, Dirjen P2P: Harus Hati-hati

Sejak bulan April, Inggris hanya memberikan vaksin AstraZeneca untuk orang yang berusia di atas 30 tahun.

Tribunnews/Herudin
Tenaga kesehatan menyiapkan Vaksin Covid-19 AstraZeneca untuk disuntikkan kepada warga di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pinang Ranti 02 Pagi, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Kamis (20/5/2021). Vaksinasi tahap ketiga sudah dimulai di Jakarta menyasar 445 RW kumuh sesuai Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 90 Tahun 2018 tentang Peningkatan Kualitas Permukiman Dalam Rangka Penataan Kawasan Permukiman Terpadu dan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 66 Tahun 2020 tentang Persiapan Penyelenggaraan Vaksinasi Covid-19. Tribunnews/Herudin 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof. Zubairi Djoeban mengungkapkan jika vaksin AstraZeneca tidak boleh digunakan untuk mereka yang berusia di bawah 30 tahun.

Hal ini ia sampaikan lewat akun Twitter miliknya pada Jumat (21/5/2021). Masukan dari Prof Zubairi ini berdasarkan kejadian di Inggris.

Sejak bulan April, Inggris hanya memberikan vaksin AstraZeneca untuk orang yang berusia di atas 30 tahun.

Sementara bagi yang berusia di bawah 30 tahun, pemerintah Inggris memberikan alternatif untuk menggunakan vaksin jenis lain.

"Saran saya, kita ikuti rekomendasi Inggris yang tidak memberikan AZ kepada orang di bawah 30 tahun. Kita tentukan kriteria untuk vaksin ini berdasarkan bukti ilmiah yang ada. Untuk usia berapa dan mitigasinya. Agar jelas," kata Prof. Zubairi.

Hal ini pun ditanggapi oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Dr dr Maxi Rein Rondonuwu, DHSM, MARS, saat ditemui di RS Ukrida, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (1/6/2021).

Baca juga: Sempat Diduga Picu Kematian, BPOM: Vaksin Astrazeneca Batch CTMAV547 Bisa Digunakan

Menurutnya, setiap orang bebas untuk mengeluarkan pendapat. Ia pun mengungkapkan telah melakukan beberapa kajian bersama pihak terkait yaitu Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Kesimpulan yang kami buat adalah Astrazeneca paling baik digunakan di atas 50 tahun, terutama lansia. Di bawah 50 tahun harus digunakan secara hati-hati," ungkapnya Selasa (1/6/2021).

Oleh karena itu, berarti vaksin Astrazeneca dilarang untuk mereka yang berada di bawah 30 tahun. Tentu perlu menggunakan scanning terlebih dahulu. Tujuannya adalah agar proses vaksinasi dapat berjalan secara baik. 

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved