Breaking News:

Virus Corona

Dokter Spesialis Paru Ungkap Kelompok Ini Rentan Alami Long Covid-19

Secara kuantitas, long covid-19  banyak dialami pasien kelompok usia lansia, kemudian juga dengan dialami oleh pasien dengan penyakit komorbid.

Freepik
Ilustrasi Covid-19. Dokter Spesialis Paru Ungkap Kelompok Ini Rentan Alami Long Covid-19 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Setelah dinyatakan sembuh dan negatif Covid-19 sebagian pasien masih merasakan gejala Covid-19 seperti sesak, nyeri sendi, batuk, anosmia atau tidak bisa mencium bau, diare, dan nyeri otot.

Hal itu biasa disebut Long Covid-19.

Dokter Spesialis Paru Kepala Bagian Pembinaan Fungsi RS Bhayangkara R Said Sukanto, dr Yahya SpP mengatakan, meski belum diketahui secara pasti penyebab long Covid-19, ada kelompol yang rentan terkena. 

Baca juga: Kasus Covid-19 di Kudus Melonjak, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo: Telah Terprediksi

Baca juga: Anjing Bisa Deteksi Covid-19 pada Penumpang Meski Tanpa Gejala

Secara kuantitas, long covid-19  banyak dialami pasien kelompok usia lansia, kemudian juga dengan dialami oleh pasien dengan penyakit komorbid.

Misalkan adanya gangguan penyakit jantung atau penyakit paru.

Ilustrasi paru-paru.
Ilustrasi paru-paru. (Urgentcarefloridakeys)

"Sehingga gejalanya memberat dengan adanya long covid," ujar dr Yahya dalam diakusi KCPEN yang digelar virtual, Kamis (3/6/2021).

Kemudian menyoal gender ia mengatakan, laki-laki memiliki kecenderungan terkena long covid-19.

"Memang kebanyakan laki-laki. Salah satu yang menjadi faktor utama adalah kebiasaan Merokok. Itu juga ikut memperberat gejala terhadap adanya infeksi Covid-19," ungkap dia.

Memang data kita secara riil memang belum banyak risetnya ya. Tapi memang ada di riset UI itu disebutkan bahwasanya gejala sisa.

Riset dari FKUI menunjukan, empat minggu dari mulai gejala timbul sampai dinyatakan negatif, ternyata masih merasakan gejala sisa, ada yang hanya sampai 1 bulan itu sekitar 53,7 persen.

Kemudian ada yang sampai 43,6 persen tu sampai 1 sampai 6 bulan.

"Ada yang lebih dari 6 bulan itu 2,7 persen itu ada data statistik nya sampai saat ini," terang dia

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved