Breaking News:

Virus Corona

Dua Sekolah di Nova Scotia Kanada Laporkan Kasus Covid-19

Provinsi Nova Scotia Kanada telah melaporkan dua kasus virus corona pada 6 Juni 2021, temun ini terkait dengan sekolah-sekolah di Central Zone.

Freepik
Ilustrasi pandemi global akibat Covid-19. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, NOVA SCOTIA -Provinsi Nova Scotia Kanada telah melaporkan dua kasus virus corona (Covid-19) pada 6 Juni 2021, temun ini terkait dengan sekolah-sekolah yang terletak di kawasan Central Zone.

SMP Graham Creighton melaporkan satu kasus, begitu pula Dartmouth
Pusat Pendidikan Bedford dan Forsyth atau disebut Kampus Dartmouth.

Di kawasan itu, kegiatan belajar mengajar di sekolah akan ditutup hingga Kamis, 10 Juni 2021mendatang.

Ini dilakukan agar petugas bisa melakukan pengujian kontak erat dan pembersihan sekolah secara lebih fokus.

Baca juga: Anggota Parlemen Kanada Ketahuan Buang Air Kecil saat Sidang Virtual, Pernah Terekam Tanpa Busana

Baca juga: Remaja Ini Ditawari 19 Beasiswa Universitas Bergengsi di AS dan Kanada, dari Stanford hingga Harvard

Sementara itu, para siswa akan belajar dari rumah masing-masing selama masa penutupan yang dimulai pada Selasa besok.

Dikutip dari laman resmi pemerintah provinsi Nova Scotia, Senin (7/5/2021), pihak keluarga dan para siswa pun akan menerima pembaharuan informasi terkait kebijakan ini sebelum 10 Juni 2021.

Seperti yang disampaikan Kepala petugas medis kesehatan Nova Scotia, Dr. Robert Strang.

"Masih ada tingkat aktivitas Covid-19 yang rendah di komunitas area Halifax. Tapi bukan hal yang aneh melihat kasus sekolah sporadis terkait dengan paparan masyarakat. Lewat konsultasi dengan Departemen Pendidikan dan Pengembangan Anak Usia Dini, ada protokol yang ditetapkan untuk menutup dan membuka sekolah. Sehingga sekolah akan tetap menjadi tempat yang aman bagi siswa dan staf," kata Dr. Strang.

Lembaga kesehatan masyarakat setempat pun akan menghubungi mereka yang melakukan kontak erat dengan kasus positif ini dan menyarankan langkah selanjutnya, termasuk dilakukannya pengujian.

"Setiap orang yang merupakan kontak dekat akan diberitahu, diuji dan diminta untuk mengisolasi diri selama 14 hari," tegas Dr. Strang.

Lembaga kesehatan masyarakat kemudian merekomendasikan agar semua siswa dan staf dilakukan pengujian untuk Covid-19, terlepas dari apakah mereka memiliki gejala atau tidak.

"Mereka tidak perlu melakukan isolasi diri saat menunggu hasil tes, kecuali jika mereka telah diidentifikasi sebagai kontak dekat oleh lembaga kesehatan masyarakat atau memiliki gejala Covid-19," jelas Dr Strang.

Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved