Breaking News:

Penanganan Covid

4 Upaya Kendalikan Lonjakan Kasus Covid-19 di Kudus dan Bangkalan, Rujuk Pasien hingga Perkuat 3T

Setidaknya pemerintah memiliki empat upaya pengendalian lonjakan kasus Covid-19 di Kudus, Jawa Tengah dan Bangkalan, Madura.

Freepik
Ilustrasi pencegahan Covid-19. Pemerintah memiliki empat upaya pengendalian lonjakan kasus Covid-19 di Kudus, Jawa Tengah dan Bangkalan, Madura. 

TRIBUNNEWS.COM - Setidaknya pemerintah memiliki empat upaya pengendalian lonjakan kasus Covid-19 di Kudus, Jawa Tengah dan Bangkalan, Madura.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan pers, Senin (7/6/2021) kemarin.

Empat upaya tersebut ialah :

1. Mengurangi Beban Rumah Sakit

Upaya pertama yang dilakukan pemerintah ialah mengurai tekanan beban yang ada di rumah sakit dengan cara kita merujuk pasien-pasien yang (bergejala) berat dan sedang ke kota terdekat.

"Untuk Kudus ke Semarang, untuk Bangkalan ke Surabaya," ungkap Budi Sadikin, dikutip dari Setkab.go.id.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin (Sekretariat Presiden)

Baca juga: Kapolri: 2022 Diharapkan Indonesia Mulai Lepas dari Pandemi Covid-19

Adapun di Kudus, tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit meningkat dari sekitar 40 pasien hingga mencapai 350 pasien dalam 1,5 minggu terakhir.

Begitu juga di Bangkalan, keterisian tempat tidur isolasi meningkat dari sekitar 10 pasien hingga mencapai 70-80 pasien.

“Kenaikan yang tinggi ini karena ada peningkatan kasus secara spesifik di klaster ini karena memang Kudus adalah daerah ziarah, sedangkan di Madura banyak Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pulang dari negara tetangga,” terang Menkes.

Sementara itu kapasitas rumah sakit yang ada di Semarang dan juga Surabaya, imbuhnya, masih mencukupi untuk menerima rujukan dari dua daerah tersebut.

Adapun secara nasional, tambah Menkes, dari total 72 ribu tempat tidur yang dialokasikan untuk perawatan pasien COVID-19 telah terisi sekitar 31 ribu.

“Kita masih memiliki cadangan tempat tidur isolasi yang cukup. Kita mempersiapkan 72 ribu tempat tidur isolasi, pada saat tanggal 18 Mei (2021) baru terisi sekitar 22 ribu, sekarang memang ada kenaikan sampai ke 31 ribu,” ujarnya.

Baca juga: Kasus Corona di Kudus dan Bangkalan Melonjak, TNI-Polri Bantu Upaya Pengendalian

Lebih lanjut Menkes memaparkan, untuk mengurai dan mengurangi tekanan di rumah sakit di Kudus dan Bangkalan, pihaknya bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) juga telah mengirimkan dokter dan perawat untuk mengisi dan mengurangi tekanan dari tenaga kesehatan yang cukup banyak terpapar COVID-19.

“Di Kudus ada sekitar 300-an lebih tenaga kesehatan sudah terpapar, karena sudah divaksin semua alhamdulillah sampai sekarang kondisi mereka masih baik, termasuk satu orang dokter spesialis yang usianya 70 tahun,” ungkapnya.

2. Disiplinkan Penerapan Prokes

Ilustrasi masker
Ilustrasi masker (Freepik)

Upaya kedua, ungkap Budi Sadikin, melakukan penanganan di sisi hulu.

Yaitu dengan terus meningkatkan kedisiplinan dalam penerapan protokol kesehatan.

“Saya imbau semua kepala daerah untuk memastikan protokol kesehatannya (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan). Itu harus diperketat dan harus juga dijelaskan dengan baik,” ujarnya.

Baca juga: Stafsus Presiden: Transportasi Menjadi Tantangan Percepatan Vaksinasi Bagi Penyandang Disabilitas

3. Perkuat 3T

Upaya ketiga ialah mengintensifkan upaya 3T, yaitu testing (pemeriksaan), tracing (pelacakan), dan treatment (penanganan).

“Lakukan testing dengan disiplin dan saya minta tolong dilaporkan secara lengkap. "

"Dengan demikian, kita bisa melakukan langkah antisipasi kalau kita temui ada yang terkena,” ujar Menkes.

Ilustrasi swab test
Ilustrasi swab test (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Budi juga meminta masyarakat untuk tidak menolak jika dilakukan penelusuran.

“Tracing-nya jangan ditolak. Tidak usah khawatir kita tanyakan, supaya kita bisa mengurangi laju penularan. Siapa saja yang terdekat, rekan-rekan terdekat, kemudian kita tes,” ujarnya.

Baca juga: Jemput Bola, Ditreskrimsus Metro Jaya Lakukan 3T Swab Pemudik di Wilayah Kalibata

Selanjutnya, Menkes juga menekankan pentingnya pelaksanaan isolasi mandiri bagi yang terkonfirmasi positif.

“Penyakit ini 80 persen sembuh sendiri, tapi membutuhkan tempat isolasi supaya tidak menularkan, karena musuhnya adalah penularan."

"Jadi tolong secara swadaya banyak daerah-daerah yang sudah bisa melakukan tempat isolasi mandiri,” ujarnya.

4. Percepat Vaksinasi

Petugas medis menyuntikkan vaksin Covid-19 fase kedua kepada sejumlah pelaku usaha perdagangan di pusat belanja Thamrin City, Jakarta Pusat, Rabu (2/6/2021).
Petugas medis menyuntikkan vaksin Covid-19 fase kedua kepada sejumlah pelaku usaha perdagangan di pusat belanja Thamrin City, Jakarta Pusat, Rabu (2/6/2021). (Tribunnews/Jeprima)

Upaya keempat yang dilakukan terkait penanganan COVID-19 ialah dengan terus mempercepat pelaksanaan vaksinasi.

“Kita sudah drop 50 ribu (dosis) vaksin khusus untuk daerah Kudus supaya bisa segera disuntikkan."

"Di Bangkalan juga kita sudah drop, kita akan drop segera 50 ribu (dosis vaksin) supaya bisa mengurangi risiko penularan,” ujarnya.

Budi Sadikin juga kembali mengingatkan lonjakan kasus COVID-19 pasca libur Lebaran diperkirakan masih akan berlangsung hingga 5-7 minggu setelah libur panjang.

“Berdasarkan pengalaman kita sebelumnya, puncak dari kenaikan kasus terjadi 5-7 minggu sesudah liburan."

"Jadi perkiraan kita, kita masih akan melihat adanya kenaikan kasus ini sampai akhir bulan ini atau awal bulan depan dengan persiapan yang sudah kita lakukan,” tandasnya.

Berita terkait penanganan Covid

(Tribunnews.com/Gilang Putranto)

Penulis: Wahyu Gilang Putranto
Editor: Sri Juliati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved