Breaking News:

Penanganan Covid

Jelang Sekolah Tatap Muka, Gus AMI Minta Standar Protokol Kesehatan Disiapkan Maksimal 

Gus AMI menegaskan bahwa belajar tatap muka sebenarnya selama ini sudah dilakukan di sejumlah pesantren dengan tanpa gangguan serius

dok. DPR RI
Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah berencana melaksanakan kembali sekolah tatap muka dua minggu lagi per Juli 2021 mendatang.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) empat Menteri yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Kesehatan, dan Menteri Agama.

Wakil Ketua DPR Bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar (Gus AMI) mengingatkan pentingnya kesiapan protokol kesehatan (prokes) di sekolah.

Apalagi, saat ini di sejumlah daerah terjadi peningkatan kasus Covid-19. 

Mengacu pada data Satgas Covid-19 hingga Minggu (13/6/2021), terdapat tambahan 9.868 kasus baru yang terinfeksi corona di Indonesia sehingga total menjadi 1.911.358 kasus positif Corona.

Baca juga: Update Corona Global 15 Juni 2021: Total Kasus Covid-19 di Seluruh Dunia Tembus 177 Juta

Di sisi lain, sampai saat ini program vaksinasi virus corona juga masih belum menyentuh ke anak-anak. 

”Saat ini sejumlah daerah ada lonjakan kasus bahkan ada varian baru Covid-19. Ini harus menjadi catatan dan harus dilakukan persiapan yang sangat serius dalam menghadapi sekolah tatap muka.

Jangan sampai sekolah menjadi klaster baru penularan kasus Covid-19,” ujar Gus AMI, kepada wartawan, Selasa (15/6/2021). 

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengatakan bahwa sebelum dilakukan sekolah tatap muka, program vaksinasi terhadap guru juga harus dituntaskan. 

Halaman
12
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved