Breaking News:

Penanganan Covid

Pemerintah Yakin Vaksin Covid-19 Masih Ampuh Melawan Varian Delta Virus Corona B1617.2

Efektivitas vaksin yang digunakan di Indonesia baik itu Sinovac, Sinopharm, AstraZeneca, dan lainnya di atas 50 persen.

STR / AFP
Foto yang diambil pada 30 Maret 2021 ini menunjukkan seorang anggota staf medis bersiap untuk memberikan dosis vaksin virus Corona Covid-19 Sinovac di sebuah universitas di Qingdao di provinsi Shandong timur China. 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA -- Pemerintah meyakini bahwa vaksin Covid-19 yang digunakan di Indonesia sekarang ini masih ampuh melawan varian delta virus Corona B1617.2 yang tersebar di sejumlah daerah.

Efektivitas vaksin yang digunakan di Indonesia baik itu Sinovac, Sinopharm, AstraZeneca, dan lainnya di atas 50 persen.

"Secara keseluruhan, sekarang ini masih. Karena efektivitas di atas 50 persen masih terpenuhi," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam Konferensi pers virtual yang disiarkan Youtube Sekretariat Presiden, Selasa, (15/6/2021).

Baca juga: Sebaran 145 Varian Baru Corona Ada di 12 Provinsi di Indonesia, Didominasi Varian Delta

Terkait varian virus baru tersebut, Wiku mengatakan bahwa pada prinsipnya setiap virus pasti akan mengalami mutasi. Virus melakukan mutasi untuk bertahan hidup.

"Dan proses mutasi dia, bisa berlangsung terus menerus apabila potensi untuk menular tersedia. Atau penularan tetap terjadi," katanya.

Para ahli kesehatan di dunia, kata Wiku terus melakukan penelitian terhadap mutasi virus yang terjadi. Termasuk efektivitas vaksin yang dikembangkan terhadap virus Corona yang bermutasi.

Baca juga: Hasil Penelitian UGM, 28 dari 34 Sampel Spesimen Covid-19 di Kudus adalah Virus Corona Varian Delta

"Penelitian lebih lanjut harus selalu dilakukan agar vaksin yang dipakai adalah vaksin yang efektif," katanya.

"Artinya semua akan melihat kondisi ini dan memastikan bahwa vaksinasi yang dilakukan benar-benar bisa memberikan proteksi kolektif atau herd immunity dari masyarakat yang divaksinasi," pungkasnya.

Sebelumnya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa varian virus Corona B1617.2 India mendominasi penyebaran Covid-19 di Kudus (Jateng), Bangkalan (Jatim), dan DKI Jakarta.

Halaman
12
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved