Breaking News:

Tentang Kasus Pembekuan Darah Akibat Vaksin Astra Zeneca, Perempuan Muda Lebih Berisiko

Vaksin AstraZeneca disebutkan memiliki efek samping pembekuan darah.kelompok yang berisiko mengalami pembekuan darah adalah perempuan berusia muda

TRIBUNNEWS/Jeprima
Petugas medis saat menunjukkan botol vaksin AstraZeneca saat peresmian Sentra Vaksinasi di Rumah Sakit St. Carolus, Jakarta Pusat, Senin (14/06/2021). Sentra vaksinasi ini akan beroperasi selama 3 bulan hingga tanggal 26 September 2021 dan melayani pemberian vaksin kepada penduduk berusia 18 tahun ke atas, masyarakat golongan usia pra-lansia, serta para pekerja sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Sentra vaksinasi ini merupakan sentra perdana di Indonesia yang menggunakan vaksin AstraZeneca, sentra vaksinasi ini merupakan wujud nyata komitmen tiket.com dalam menjadi yang pertama dalam mendukung program pemerintah Republik Indonesia untuk memulihkan kembali industri pariwisata domestik. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA --Vaksin AstraZeneca disebutkan memiliki efek samping pembekuan darah.

Guru Besar Fakultas Farmasi UGM Prof Zullies Ikawati, PhD, Apt mengatakan, kelompok yang berisiko mengalami pembekuan darah adalah perempuan berusia muda

Hal itu merujuk pada kasus pembekuan darah yang terjadi pada penggunaan vaksin ini di Eropa.

"Sebagian besar terjadi pada usia muda (di bawah 40 tahun), bahkan di bawah 30 tahunan, dan kebanyakan adalah wanita," kata Zullies dalam keterangannya, Selasa (22/6/2021).

Baca juga: KABAR BAIK:PERKI Rekomendasikan Vaksin AstraZeneca Dapat Digunakan untuk Pasien Jantung

Baca juga: Vaksin AstraZeneca Aman untuk Usia 18 Tahun ke Atas, Juli Vaksinasi di Seluruh Puskesmas DKI

Karena itu, di Inggris, badan otoritas setempat merekomendasikan bagi mereka yang berusia di bawah 40 tahun untuk menggunakan vaksin selain AstraZeneca.

Namun demikian, jika sudah menggunakan vaksin AstraZeneca pada suntikan pertama dan tidak mengalami masalah apapun, disarankan untuk meneruskan suntikan kedua dengan vaksin Astra Zeneca lagi.

VAKSINASI MASAL SAMBUT HARI BHAYANGKARA - Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-75, Jajaran Polres Tangerang Kota bekerja sama dengan Tangcity Mal menggelar vaksinasi massal bagi masyarakat umum, Senin (21/6/2021). Sebanyak 500 dosis vsksin Astra Zeneca disediakan untuk kalangan masyarakat seperti pedagang, ojol, hingga masyarakat sekitarnya. Vaksinadi ini diberikan bagi mereka yang belum mendapatkan vaksinasi pada tahap pertama maupun kedua pada program sebelumnya. TRIBUNNEWS.COM/NUR ICHSAN
VAKSINASI MASAL SAMBUT HARI BHAYANGKARA - Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-75, Jajaran Polres Tangerang Kota bekerja sama dengan Tangcity Mal menggelar vaksinasi massal bagi masyarakat umum, Senin (21/6/2021). Sebanyak 500 dosis vsksin Astra Zeneca disediakan untuk kalangan masyarakat seperti pedagang, ojol, hingga masyarakat sekitarnya. Vaksinadi ini diberikan bagi mereka yang belum mendapatkan vaksinasi pada tahap pertama maupun kedua pada program sebelumnya. TRIBUNNEWS.COM/NUR ICHSAN (WARTA KOTA/TRIBUNNEWS.COM/NUR ICHSAN)

Mantan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) ini mengatakan, untuk kehati-hatian, ada baiknya mereka yang punya riwayat pembekuan darah tidak menggunakan vaksin jenis ini.

"Yang lebih berisiko justru mereka yang pernah mengalami heparin-induced thrombocytopenia and thrombosis (HITT or HIT type 2) atau pasien yang mengkomumsi obat pengencer darah," ujar Zullies.

Jika Tak Divaksin Risiko Terpapar Covid-19 Jauh Lebih Besar

Sampai tanggal 5 Mei 2021, di Eropa dilaporkan kejadian pembekuan darah akibat vaksin ini sebanyak 262 kasus, dengan 51 diantaranya meninggal, dari penggunaan sebanyak 30 juta dosis vaksin.

Ia menuturkan, dari hasil evaluasi European Medicines Agency (EMA) atau BPOM Eropa, sejauh ini memang dijumpai ada hubungan kuat antara kejadian pembekuan darah dengan penggunaan vaksin AstraZeneca, tetapi kejadiannya sangat jarang.

"Jika dihitung, maka prosentase kejadiannya sangat kecil sekali. Itulah makanya EMA masih menilai bahwa kalaupun memang vaksin ini dapat menyebabkan reaksi pembekuan darah, manfaatnya masih lebih besar daripada risikonya, sehingga vaksin ini tetap boleh diberikan," jelasnya.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved