Breaking News:

Virus Corona

Kasus Covid-19 Meningkat Drastis di Rusia, UEFA: Bisa Jadi Sisa Laga Euro 2020 Digeser

Salah satu kota besar di Rusia ini telah ditunjuk menjadi tuan rumah bagi tujuh pertandingan di turnamen tahun ini, dengan lima laga telah dimainkan

Anatoly Maltsev / POOL / AFP
Para pemain Swedia merayakan kemenangan dalam pertandingan sepak bola Grup E UEFA EURO 2020 antara Swedia dan Polandia di Stadion Saint Petersburg di Saint Petersburg pada 23 Juni 2021. Anatoly Maltsev / POOL / AFP 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, MOSKWA - Meningkatnya kasus virus corona (Covid-19) secara signifikan di Rusia, membuat otoritas negara itu dapat menolak untuk menjadi tuan rumah sisa pertandingan turnamen sepak bola bergengsi Eropa 'EURO 2020'.

Rusia memang bisa saja menolak menjadi tuan rumah untuk dua laga tersisa di EURO 2020 yang akan berlangsung di St Petersburg, jika pihak berwenang negara itu yakin bahwa situasi pandemi semakin tidak terkendali, di tengah beban kasus yang cenderung kian meningkat.

Seperti yang disampaikan penyelenggara turnamen yakni Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) terkait kemungkinan penundaan pertandingan di St Petersburg.

Salah satu kota besar di Rusia ini memang telah ditunjuk menjadi tuan rumah bagi tujuh pertandingan di turnamen tahun ini, dengan lima laga telah dimainkan.

Pada Rabu waktu setempat, Gazprom Arena akan menjadi lokasi di mana tim nasional (timnas) Swedia bermain melawan Polandia.

Baca juga: Daftar 4 Tim Terancam tak Lolos 16 Besar Euro 2021: Kroasia, Spanyol, Polandia hingga Portugal

Sedangkan pada 2 Juli mendatang, stadion tersebut akan menggelar laga perempat final.

Dengan puluhan ribu penonton yang diprediksi akan memenuhi fasilitas canggih itu, banyak pihak yang merasa khawatir bahwa kerumunan yang terjadi di sana akan berkontribusi pada memburuknya angka lonjakan Covid-19 di Rusia.

Dikutip dari laman Russia Today, Rabu (23/6/2021), menurut data resmi, Rusia mencatat 16.715 kasus baru Covid-19 secara nasional pada hari Selasa kemarin.

Padahal bulan lalu, tepatnya pada 22 Mei 2021, negara tersebut hanya melihat 8.709 kasus infeksi baru.

Halaman
12
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved