Breaking News:

Penanganan Covid

BPOM Tegaskan Ivermectin Obat Keras Tak Bisa Dibeli Tanpa Resep Dokter

Kepala BPOM Penny K Lukito mengingatkan masyarakat terkait penggunaan obat Ivermectin yang tak bisa dibeli bebas tanpa resep dokter.

Editor: Adi Suhendi
Tribunnews.com/ Rina Ayu
Kepala BPOM Penny K Lukito dalam konferensi pers virtual, Jumat (2/7/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Kepala BPOM Penny K Lukito mengingatkan masyarakat terkait penggunaan obat Ivermectin yang tak bisa dibeli bebas tanpa resep dokter.

Ia mengatakan, izin edar yang diberikan untuk Ivermectin 12mg untuk obat cacingan yang diberikan dalam dosis tunggal atau pemakainnya 1 tahun sekali.

"Jadi ini adalah betul-betul obat keras," kata Penny K Lukito dalam konferensi pers virtual, Jumat (2/7/2021).

Penny menegaskan, beberapa publikasi global Ivermectin memang digunakan dalam penanggulangan Covid-19.

Namun, belum ada data uji klinik yang bisa digunakan untuk mengevaluasi, menilai, dan memberikan izin Ivermectin sebagai obat Covid-19.

Baca juga: Covid-19 di DKI Melonjak, Anies Minta Penjualan Hewan Kurban Dilakukan Online

"WHO sebagai organisasi kesehatan dunia dalam guideline kaitanya untuk pengobatan Covid-19 treatment yang dipublikasikan pada 31 Maret 2021, juga memberikan guideline bahwa Ivermectin ini hanya dapat dipergunakan dalam rangka uji klinik ini," jelas Penny.

Dalam kesempatan yang sama, Pakar kesehatan dan akademisi Prof Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH menambahkan, masyarakat diminta tak buru-buru membeli obat Ivermectin yang disebut-sebut sebagai obat Covid-19.

Masyarakat harus ingat bahwa sampai saat ini obat Ivermectin masih terdaftar sebagai obat cacing.

Baca juga: BPOM Beri Syarat Penggunaan Ivermectin Untuk Obat Covid: Dokter Harus Sampaikan Resiko pada Pasien

Adapun beberapa efek samping pada pasien-pasien Ivermectin ini, seperti mual, muntah, nyeri ulu hati, bahkan juga diare, dan sakit kepala.

"Kalau dikonsumsi dalam jumlah yang besar dengan jangka panjang tentu yang paling terganggu adalah liver. Jadi bisa menyebabkan kerusakan pada liver," kata dia.

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Pengamat Ini Pertanyakan Kenapa RI Belum Tutup Gerbang Internasional

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terburu-buru membeli obat ini apabila tujuannya adalah untuk pencegahan atau bahkan untuk mengobati Covid-19.

"Tapi kalau masyarakat ingin mengkonsumsi ini untuk sebagai obat cacing ya silakan tidak ada masalah," katanya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved