Breaking News:

Virus Corona

WHO Eropa Peringatkan Potensi 'Gelombang Baru' Saat Kasus Covid-19 Melonjak Usai Turun 10 Minggu

Melihat fenomena ini, Pemimpin cabang Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Eropa, Hans Kluge mengimbau warga Eropa untuk berhati-hati

freepik.com
Ilustrasi vaksin 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWA.COM, BRUSSELS - Penurunan angka kasus positif virus corona (covid-19) selama 10 minggu di Eropa telah berakhir, setelah terjadi kembali peningkatan infeksi virus tersebut.

Melihat fenomena ini, Pemimpin cabang Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Eropa, Hans Kluge mengimbau warga Eropa untuk berhati-hati dalam membuat keputusan terkait aktivitas saat ini.

Dikutip dari laman Russia Today, Jumat (2/7/2021), Kluge menyampaikan kekhawatirannya terkait kenaikan baru kasus infeksi Covid-19 di Eropa yang mencapai 10 persen.

Ia juga memperingatkan bahwa potensi munculnya gelombang baru di wilayah Eropa akan tetap ada, kecuali jika warga tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

Kasus Covid-19 di Eropa, kata dia, telah mengalami lonjakan lantaran dipicu kombinasi aturan yakni pelonggaran langkah-langkah jarak sosial dan dimulainya kembali perjalanan.

Pada saat yang sama pula, muncul varian baru Covid-19, yakni B.1.617.2 (delta) yang diklaim sangat menular dan diduga berasal dari India.

Ini tentu saja menimbulkan tantangan baru bagi para pemimpin Eropa, sistem perawatan kesehatan, dan warga negaranya.

Pernyataan Kluge ini semakin memperkuat pentingnya program vaksinasi bagi seluruh warga di benua itu dan bagaimana hal tersebut dapat mengurangi penyebaran Covid-19.

Sehingga bisa menekan angka pasien rawat inap dan yang mengalami kematian.

"Vaksin menghadirkan jalan keluar terbaik bagi kita untuk keluar dari pandemi ini," kata Kluge.

Pada Maret lalu, ia pun sempat mengecam 'lambannya' program vaksinasi yang berlangsung di Eropa.

Perlu diketahui, berdasar pada data dari Komisi Eropa, pada 30 Juni lalu, sebanyak 61 persen orang dewasa di Uni Eropa (UE) telah menerima dosis pertama vaksin Covid-19.

Menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) Eropa, mendapatkan vaksinasi secara penuh atau menerima dua dosis dianggap sebagai cara paling efektif untuk mengurangi kemungkinan pasien dirawat di rumah sakit atau menyebarkan infeksi.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved