Breaking News:

Virus Corona

Kasus Covid-19 Melonjak, Kemenkes Bantah Faskes Kolaps

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi membantah, fasilitas kesehatan kolaps

Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Petugas mengangkut tabung oksigen untuk kebutuhan pasien Covid-19 ke dalam ruangan di Hotel Grand Asrilia, Jalan Pelajar Pejuang 45, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (28/6/2021). Kasus Covid-19Melonjak, Kemenkes Bantah Faskes Kolaps Tribun Jabar/Gani Kurniawan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA --Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi membantah, fasilitas kesehatan kolaps akibat lonjakan kasus Covid-19 yang meroket.

Hal itu disampaikan Nadia sekaligus menanggapi Laporan Koalisi Warga LaporCovid-19 yang mencatat 265 warga meninggal saat menjalani isolasi mandiri di rumah, saat mencari ruang perawatan di rumah sakit, maupun menunggu antrean masuk ke IGD.

"Kalau kolaps enggak, karena kan masih terus memberikan pelayanan sebaik mungkin," ujar Nadia saat dikonfirmasi, Senin (5/7/2021).

Baca juga: LaporCovid19: Rumah Sakit Kolaps dan ICU Penuh, Layanan Pencarian RS Ditutup

Baca juga: Faskes Kolaps, Sebanyak 265 Pasien Isoman Covid-19 Meninggal Dunia

Ia menuturkan, pihaknya telah menginstruksikan penambahan dan ruang rawat inap kepada pemerintah daerah propinsi dan kabupaten/kota untuk mengkonversi seluruh fasilitas kesehatan.

Termasuk RS Swasta minimal 40 persen dari tempat tidur rawat inap untuk pasien COVID-19 untuk daerah zona merah.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2ML) Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi, dalam konferensi pers virtual, Jumat (5/2/2021).
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2ML) Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi, dalam konferensi pers virtual, Jumat (5/2/2021). (Tribunnews.com/ Rina Ayu)

Kemudian , minimal 30 persen rawat inap untuk pasien COVID-19 untuk zona kuning.

Lalu minimal 20 persen tempat tidur rawat inap untuk pasien COVID-19 untuk zona hijau.

Petugas menyiapkan tempat isolasi untuk pasien Covid-19 kategori orang tanpa gejala (OTG) di Aula Masjid Raya KH Hasyim Asyari, Daan Mogot, Jakarta Barat, Jumat (25/6/2021). Masjid Hasyim Asyari dipersiapkan untuk tempat isolasi mandiri pasien OTG dikarenakan jumlah kasus harian Covid-19 di DKI Jakarta mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Tribunnews/Irwan Rismawan
Petugas menyiapkan tempat isolasi untuk pasien Covid-19 kategori orang tanpa gejala (OTG) di Aula Masjid Raya KH Hasyim Asyari, Daan Mogot, Jakarta Barat, Jumat (25/6/2021). Masjid Hasyim Asyari dipersiapkan untuk tempat isolasi mandiri pasien OTG dikarenakan jumlah kasus harian Covid-19 di DKI Jakarta mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Tribunnews/Irwan Rismawan (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Selain itu merekomendasi pasien COVID-19 dengan gejala ringan dan tanpa gejala untuk isolasi mandiri di rumah.

"Penambahan tempat isolasi terpusat baik di asmara haji diseluruh propinsi telah dikoordinasikan dengan Kemenag," kata dia.

Meski demikian Nadia mengingatkan masyarakat tetapi yang memiliki gejala sedang, saturasi< 90 persen, ada komorbid tidak terkontrol untuk segera pergi ke faskes agar tidak terlambat ditangani.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved