Minggu, 10 Mei 2026

Penanganan Covid

Menkes Prediksi Herd Immunity Bisa Tercapai pada Bulan November 2021, Tapi Tergantung Jumlah Vaksin

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin memberikan prediksinya terkait pencapaian herd immunity di Indoensia.

Tayang:
Capture zoom meeting
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, dalam konferensi pers virtual bertajuk 'Layanan Telemedicine untuk Pasien Isoman', Senin (5/7/2021) pagi. | Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin memberikan prediksinya terkait pencapaian herd immunity di Indoensia. 

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin memberikan prediksinya terkait pencapaian herd immunity di Indoensia.

Menurut Budi, herd immunity akan bisa tercapai pada bulan November 2021 mendatang.

Namun, Budi menekankan, tercapaikan herd immunity ini akan tetap bergantung pada ketersediaan jumlah vaksin Covid-19 di Indonesia.

"Perkiraan kasar kita akan berhasil menyuntik 70 persen dari populasi itu di bulan November, satu bulan sesudahnya," kata Budi dikutip dari tayangan video di kanal YouTube Kompas TV, Rabu (7/7/2021).

Baca juga: Luhut Ingin Mobilitas Warga Ditekan hingga 50 Persen untuk Kendalikan Covid-19

Perlu diketahui, hingga saat ini sudah ada sekitar 267 juta dosis vaksin yang telah disuntikkan.

Untuk mencapai 70% dari kebutuhan 181,5 juta orang, Budi memperkirakan akan selesai pada bulan Oktober 2021.

Sehingga herd immunity dapat terbentuk di satu bulan setelah vaksin, yakni bulan November 2021 mendatang.

"Jadi mungkin stok yang di bulan Oktober itu akan habis disuntikkan di bulan November. Jadi kira-kira di bulan November kita akan capai," ujar Budi.

Baca juga: Epidemiolog Sebut Masyarakat Jangan Hanya Lihat Angka Tambahan Kasus Covid-19

Kemenkes Yakin Kebutuhan Vaksin Cukup

Diwartakan Tribunnews.com sebelumnya, Juru Bicara vaksinasi COVID-19 dari Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid menyatakan, pihaknya optimis merealisasikan target sampai 2 juta vaksinasi per hari.

Menurut Nadia, setelah target 1 juta sehari terlampaui pada Sabtu pekan lalu, maka target Presiden Jokowi itu juga bisa dicapai.

"Jadi hari Sabtu kemarin akhirnya kita bisa menyentuh angka 1,3 juta, dan ini memberikan keyakinan kepada kita bahwa kita bisa mengakselerasi dan mempercepat target penyuntikan dosis satu atau dua juta per hari, ya," ujarnya dalam kegiatan virtual, Kamis (1/7/2021).

Juru bicara vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi
Juru bicara vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi (Tangkap Layar YouTube Sekretariat Presiden)

Baca juga: Akui 40 Persen Pasien Covid-19 di DKI Tak Bisa Akses Telemedicine Gratis, Kemenkes Ungkap Sebabnya

Untuk bisa merealisasikan instruksi Presiden Jokowi, Nadia menuturkan, Kementerian Kesehatan menyiapkan dua hal.

Pertama, memperbanyak pos-pos vaksinasi.

Dan kedua adalah meningkatkan kecepatan vaksinasi di tiap-tiap pos.

"Untuk meningkatkan kapasitas ini kita mengajak TNI-Polri, BUMN, pihak swasta, dan seluruh komponen dan juga elemen dari masyarakat yang akan membuat central vaksinasi, nanti kita akan koordinasi kan untuk suplai," ungkap perempuan berhijab ini.

Baca juga: Indonesia Datangkan 10 Ribu Oksigen Konsentrator dari Singapura untuk Pasien Covid-19 Gejala Ringan

Terkait ketersediaan vaksin, ia mengungkapkan vaksin jadi yang tersedia saat ini sekitar 87 juta dosis.

Di mana, ada 45 juta yang sudah diedarkan dan sisanya disiapkan untuk pelaksanaan vaksinasi di bulan Juli ini

"Kita cukup optimis karena kita tahu kemarin bahwa jumlah vaksin yang ada di tangan kita itu adalah sekitar 84 sampai 87 juta vaksin jadi. "

"Artinya kalau sekarang ada 45 juta yang beredar, jadi kita memiliki sekitar 12 sampai 44 juta yang bisa menutupi kebutuhan kita di bulan Juli nanti," jelas Nadia.

(Tribunnews.com/Faryyanida Putwiliani/Rina Ayu Panca Rini)

Baca berita lainnya terkait Penanganan Covid.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved