Virus Corona
Pakar: Tak Ikut Vaksinasi Bisa Jadi Sumber Mutasi Baru Covid-19
Gunadi mengungkapkan, masyarakat yang tidak menerima suntikan vaksinasi dapat menjadi sumber mutasi virus corona.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Program vaksinasi telah bergulir sejak awal tahun ini.
Namun masih ada kelompok atau sejumlah kalangan yang masih enggan atau bahkan menolak vaksin dengan berbagai alasan.
Ketua Pokja Genetik dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM), dr Gunadi mengungkapkan, masyarakat yang tidak menerima suntikan vaksinasi dapat menjadi sumber mutasi virus corona.
"Kenapa? karena begitu ada varian virus Corona masuk ke tubuh sel inang manusia sebagai host-nya, kemudian tidak ada sama sekali pertahanan tubuh, katakanlah belum sama sekali divaksin, hanya mengandalkan kekebalan alamiah. Wah ini saya 'kalah' ini kalau begini maka dia akan bermutasi demikian terus maka dia akan bermutasi akhirnya dia merasa Fit dengan variabel itu," ungkapnya dalam dialog virtual, Rabu (7/7/2021).
Ia menyebut, contoh kasus COVID-19 di India, dimana banyak populasi warga yang belum menerima vaksinasi kemudian berkerumun bebas dan berinteraksi luar biasa maka muncul mutasi baru.
Baca juga: Lambda, Varian Virus Corona Baru yang Membuat Bingung Ilmuwan karena Mutasinya yang Tak Biasa
"Virus tidak bisa hidup tanpa inang. Katakanlah virus masuk ke satu orang. Kalau kemudian dia isolasi mandiri tidak interaksi sosial inikan akhirnya (virus) diserang sama sel imun inang, dikalahkan baik itu karena vaksinasi dan seterusnya, lalu mati. Tidak menyebabkan timbul mutasi baru," jelas Gunadi.
Untuk itu diharapkan, masyarakat melakukan vaksinasi sesegera mungkin, apalagi kini ancaman varian baru bermunculan dengan sifat yang mudah menular atau mengalami perburukan yang cepat.
"Vaksin itu sangat efektif, supaya jika sakit tidak bergejala atau kalau misalnya bergejala supaya tidak berat," pesannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/long-covid-19.jpg)