Breaking News:

Virus Corona

Dubes Tantowi Yahya Ungkap Kunci Sukses Selandia Baru Hadapi Covid-19, Termasuk Varian Delta  

Tantowi Yahya mengungkap kunci keberhasilan negara yang dipimpin Perdana Menteri Jacinda Ardern berhasil menaklukkan virus corona.

capture zoom meeting Tribunnews
Duta Besar Republik Indonesia untuk Selandia Baru Tantowi Yahya, dalam Diginas Tribunnews bertajuk 'Sukses Selandia Baru dan Eropa Kendalikan Covid-19', Kamis (8/7/2021) sore. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA—Selandia Baru merupakan salah satu negara yang dipuji atas prestasinya berhasil menekan pandemi virus corona di tengah serangan kasus akibat varian Delta di banyak negara. Sejak melaporkan kasus pertama Covid-19 pada akhir Februari, pemerintah setempat mengerahkan berbagai upaya untuk menekan penyebaran.

Duta Besar RI untuk Selandia Baru, Samoa, dan Kerajaan Tonga, Tantowi Yahya mengungkap kunci keberhasilan negara yang dipimpin Perdana Menteri Jacinda Ardern berhasil menaklukkan virus corona.

Bak sebuah peperangan, Pemerintah Selandia Baru sudah membuat berbagai persiapan, sejak virus corona ditemukan pertama kali di China, pada Desember 2020 lalu.

“Sejak awal, pemerintah Salandia Baru percaya Covid-19 itu ada, cepat atau lambat akan datang ke negaranya. Kepercayaan itulah yang membuat mereka, melakukan berbagai persiapan,” ujar mantan anggota DPR RI ini dalam Diskusi Daring Tribunnews.com bertajuk ‘Sukses Negara Selandia Baru dan Eropa Kendalikan Pandemi Covid-19,’ Kamis (8/7/2021).

Baca juga: Kenapa Selandia Baru Bisa Kendalikan Pandemi Covid-19?

Setelah persiapan itu dilakukan, pemerintah Salandia Baru konsisten melaksanakan aturan dan pendoman yang dibuat. Pun tidak ada kesimpang-siuran dan semuanya dilakukan secara ketat dan konsisten.

“Akibatnya, rakyatnya ikut. Ditambah lagi rakyat Selandia Baru ini memang patuh pada hukum dan respek terhadap pemerintah,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, kunci sukses Selandia Baru berperang melawan Covid-19 adalah partisipasi masyarakat. Karena sehebat apapun pemerintah bekerja, apabila tidak didukung masyarakat hasilnya tidak ada.

“Di Selandia Baru ini, tidak semua orang mendukung pemerintahnya, karena ada yang kalah dalam pemilu. Oposisi juga sangat kuat di Parlemen. Tetapi ketika sudah menyangkut keselamatan bersama, mereka semua bersatu, apapun latarbelakangnya, politiknya, langkahnya satu,” ucapnya.

Dengan itu, kata dia, pemerintah Selandia Baru tidak terlalu kesulitan menghadapi virus corona, dan varian baru Delta yang tengah menyerang sejumlah negara di dunia.

Baca juga: Singapura Kini Jadi Tempat Terbaik untuk Ditinggali selama Pandemi Covid-19, Kalahkan Selandia Baru

“Karena mereka sudah siap. Ibarat analogi tadi, bentengnya sudah berdiri tinggi dan tebal, kemudian mereka sebagai pasukan juga sudah dilengkapi dengan persenjataan. Dan mereka kuat sekali,” jelasnya.

“Ditambah lagi kepatuhan mereka atas perintah-perintah dari pemerintah. Seperti disuruh lockdown ya mereka lockdown. Disuruh tidak keluar rumah, tidak keluar rumah. Disuruh pakai masker kalau naik transportasi umum, mereka lakukan. Disiplin semuanya.”

Masyarakat Selandia Baru memiliki kesadaran bahwa mereka takut menjadi agen penyebaran virus corona ketika tidak disiplin mengikuti aturan pemerintah.

“Mereka patuh betul dan takut betul bahwa mereka menjadi agen penularan Covid-19. Ini berhasil membuat semuanya nyaman dan aman,” ucapnya.

Berdasarkan data Worldometers, Kamis (8/7/2021) pukul 19.00 WIB, Selandia Baru hanya mencatat 2.764 orang, dengan 26 orang meninggal karena Covid-19 sejak kasus pertama ditemukan di negera tersebut.(*)

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved