Breaking News:

Virus Corona

Kisah Petugas Pemakaman di TPU Rorotan, Sedih Tiap Hari Lihat Ratusan Jenazah Covid-19 Dikuburkan

Kasus kematian akibat Covid-19 yang mengalami lonjakan dalam beberapa pekan terakhir membuat tim pemulasaraan jenazah kewalahan.

Warta Kota/Henry Lopulalan
Suasana pemakaman khusus jenasah Covid-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Rorotan, Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Kamis(24/6/2021). TPU Rorotan memiliki luas 3 hektar dapat menampung sekitar 7.200 petak makam baru khusus jenazah Covid-19. Saat ini sudah terisi 900 makam. (Warta Kota/Henry Lopulalan) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kasus kematian akibat Covid-19 yang mengalami lonjakan dalam beberapa pekan terakhir membuat tim pemulasaraan jenazah kewalahan.

Di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, suasana duka amat terasa.

Sejak pagi hari sudah ada antrean jenazah Covid-19 yang akan dikebumikan.

Tak jarang anggota keluarga yang hadir di lokasi pemakaman menunjukkan raut wajah muram, disertai tangis terisak-isak.

Pemandangan tersebut disaksikan langsung awak Tribun Network saat menyambangi TPU Rorotan, Jakarta, Kamis (15/7/2021).

Saat ini sudah ada ribuan jenazah Covid-19 yang dimakamkan di TPU Rorotan sejak mulai digunakan pada akhir Januari.

Suheri alias Ateng (48), anggota tim pemulasaraan DKI Jakarta, mengaku mulai bertugas di TPU Rorotan sejak dua hari lalu.

Sehari-hari dia bekerja sebagai petugas Sarana dan Prasarana di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat.

Baca juga: Telah Negatif Covid-19, Al Ghazali Masih Rasakan Gejala Indra Penciuman dan Perasa yang Hilang

"Dua hari ini kami dari TPU Karet Bivak sementara pindah ke TPU Rorotan. Kami diperbantukan di sini karena ada banyak pemakaman (jenazah) Covid-19," kata Ateng kepada Tribun Network.

Pria yang telah dikaruniai empat orang anak ini menceritakan panjang lebar mengenai pengalamannya selam dua hari bertugas di TPU Rorotan.

Dalam sehari, Ateng bersama timnya bisa merapikan ratusan makam korban Covid-19.

Kondisi tersebut, diakui Ateng, membuat timnya cukup kewalahan.

Baca juga: Epidemiolog: Indonesia Masuk Masa Kritis Covid-19 Mulai Akhir Juli hingga Minggu Kedua Agustus

Halaman
1234
Penulis: Lusius Genik Ndau Lendong
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved