Breaking News:

Virus Corona

Akademisi: Upaya BIN Canangkan Vaksinasi Door to Door Dinilai Tepat

Program vaksinasi door to door yang dicanangkan Badan Inteligen Negara (BIN) merupakan langkah tepat untuk mengatasi ancaman Covid-19.

Tribunnews/Jeprima
Petugas medis bersiap menyuntikkan vaksin Covid-19 dalam kegiatan vaksinasi Covid-19 bagi pelajar yang diselenggarakan oleh Badan Intelijen Negara (BIN) Indonesia di Sekolah Islam Al Azhar BSD, Tangerang Selatan, Banten, Senin (19/7/2021). BIN kembali menggelar vaksinasi Covid-19 bagi pelajar sekolah di Tangerang Selatan dengan target vaksinasi kali ini adalah sebanyak 1.000 pelajar. Sebelum dilakukan penyuntikan vaksin Covid-19, para pelajar tersebut terlebih dahulu dites swab antigen untuk mengetahui kondisi kesehatannya. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Program Studi Kajian Terorisme Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) UI, Muhamad Syauqillah berpendapat program vaksinasi door to door yang dicanangkan Badan Inteligen Negara (BIN) merupakan langkah tepat untuk mengatasi ancaman Covid-19.

"Program vaksin ini dilaksanakan BIN mengingat kebutuhan di lapangan untuk mempercepat herd immunity di Indonesia," kata Syauqillah di Jakarta, Kamis (22/07/2021).

Menurutnya pandemi Covid-19 perlu dilihat sebagai ancaman terhadap ‘keamanan manusia’ dan oleh karenanya segala tindakan untuk menurunkan infeksi Covid-19 perlu dilaksanakan.

"Apabila Indonesia terus mengalami lonjakan angka kenaikan infeksi virus ini, maka pada gilirannya akan mengancam stabilitas ekonomi dan berujung pada stabilitas nasional," ujarnya.

Ia mengatakan, ancaman terhadap ‘keamanan manusia’ sejalan dengan UU Intelijen Negara No. 17 Tahun 2011.

Baca juga: BIN Gelar Vaksinasi Door To Door dan Bagikan Bantuan untuk Warga Terdampak Covid-19 di Semarang

Sehingga, program vaksinasi menjadi penting dilaksanakan.

“Potensi ancaman saat ini bukan hanya dalam bentuk separatisme, radikalisme, inflitrasi kekuatan negara asing, akan tetapi juga virus Covid 19,” ujar Syauqillah.

Berdasarkan hasil kajian Lembaga Survei Indonesia beberapa waktu lalu, angka vaksinasi masih perlu ditingkatkan.

Baca juga: Tinjau Vaksinasi Pelajar di Semarang, Kepala BIN: Vaksin Menyelamatkan Diri Sendiri dan Keluarga

Karena itu, menurut Syauqillah, Presiden sebagai single user intelijen negara pasca Perpres Nomor 73 tahun 2020, telah memberikan apresiasi terhadap program vaksinasi yang brilian ini.

“Artinya restu telah diberikan oleh single user. Berbeda dengan vaksin berbayar yang telah dibatalkan oleh Presiden,” katanya.

Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved