Breaking News:

Lapor Covid-19 Apresiasi Keterbukaan Pemprov DKI Jakarta Terkait Data Kematian

Co-Inisiator Lapor Covid-19 Ahmad Arif mengapresiasi keterbukaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait data kematian.

Tangkap layar Youtube
Co-Inisiator Lapor Covid-19 Ahmad Arif. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Co-Inisiator Lapor Covid-19 Ahmad Arif mengapresiasi keterbukaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait data kematian.

Menurutnya DKI Jakarta sudah sangat terbuka dan kooperatif khususnya terkait dengan data kematian pasien covid-19 saat melakukam isolasi mandiri atau di luar fasilitas kesehatan.

Tidak hanya itu, kata dia, Pemprov DKI Jakarta juga terbuka dengan menampilkan data kematian yang bukan hanya kematian terkonfirmasi covid-19 berdasarkan PCR namun juga kematian yang dikuburkan melalui protokol covid-19 per hari.

Baca juga: Permudah Layanan Kesehatan Saat Pandemi Covid-19, Kemenkes Beri ARV ODHA Untuk 3 Bulan

Untuk itu, kata dia, apa yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta perlu dicontoh di daerah lain mengingat masyarakat berhak tahu mengenai skala pandemi covid-19 saat ini.

Hal itu disampaikannya dalam Konferensi Pers Lapor Covid-19 bertajuk "Puncak Gunung Es Kematian Covid-19 di Luar Fasilitas Kesehatan" yang disiarkan di kanal Youtube Lapor Covid-19 pada Kamis (22/7/2021).

Baca juga: Hari Ini, TPU Rorotan Sudah Memakamkan 50 Jenazah Covid-19

"Jadi seharusnya apa yang dilakukan oleh Jakarta ini bisa dicontoh oleh daerah lain sebetulnya. Jadi public berhak tahu sebenarnya bagaimana sebenarnya skala pandemi ini," kata Arif.

Sebelumnya berdasarkan data yang diterima tim Lapor Covid-19, tercatat sebanyak 1.214 warga yang meninggal dunia saat melakukan isolasi mandiri atau di luar fasilitas kesehatan dalam kurun waktu bulan Juni dan Juli 2021.

Baca juga: Kisah Pilu Vino, Bocah 10 Tahun Jadi Yatim Piatu setelah Ayah dan Ibunya Meninggal karena Covid-19

Angka tersebut cenderung menjadi paling tinggi dibandingkan angka yang ditemukan di daerah lainnya.

Namun demikian, kata dia, bukan berarti DKI Jakarta seolah menjadi daerah dengan paling banyak kematian saat isoman namun karena Pemprov DKI Jakarta sangat kooperatif dan mendukung dengan memberikan data.

"Ini bukan berarti tingkat kematian isoman di Jakarta paling tinggi, bisa jadi daerah lain lebih tinggi, cuma karena data yang kami dapatkan di Jakarta ini sudah mendekati realnya ya karena ini data official juga dan data yang dilaporkan berdasarkan pemakaman prokes di Jakarta. Seperti itu. Ini justru menjadi tantangan bagi daerah lain kami harapkan juga terbuka mengenai hal ini," kata Arif.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved