Breaking News:

Virus Corona

Fasilitas Karantina Bagi Anggota DPR Dinilai Jauh Dari Rasa Empati

Pemberian fasilitas isolasi mandiri (Isoman) bagi anggota serta staf DPR, yang terkonfirmasi positif Covid-19, mendapat kritikan.

Wartakota/henry lopulalan
Ilustrasi DPR RI. Pemberian fasilitas isolasi mandiri (Isoman) bagi anggota serta staf DPR, yang terkonfirmasi positif Covid-19 menuai kritik. 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Pemberian fasilitas isolasi mandiri (Isoman) bagi anggota serta staf DPR, yang terkonfirmasi positif Covid-19, mendapat kritikan sejumlah pihak, salah satunya ikatan aktivis 98.

Ketua Ikatan Aktivis 98, Imanuel Ebenezer (Noel) mengatakan pemberian fasilitas oleh pihak Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI tersebut menunjukkan tidak adanya rasa empati.

"Adanya fasilitas ini menunjukkan adanya krisis empati," kata Noel kepada Tribunnews.com, Selasa, (27/7/2021).

Menurutnya anggota Dewan sangat mampu untuk membayar sendiri fasilitas karantina yang jauh lebih mewah.

Selain itu, anggota dewan sudah mendapatkan cover asuransi kesehatan.

Sehingga, tidak perlu lagi ada fasilitas yang berlebihan dan memboroskan anggaran.

Baca juga: Kerja Sama Dengan Beberapa Hotel, Pihak Kesetjenan Sediakan Fasilitas Isoman Bagi Anggota DPR

"Ini kok Setjen DPR malah memanjakan anggota Dewan dengan fasilitas gratisan, kan mereka setiap anggota DPR sudah dicover asuransi 100 persen. Harusnya anggota dewan membuat paket sembako untuk 100 ribu orang. Klo ada 500 DPR bisa ada 50 juta paket sembako," Kata Noel.

Pemerintah kata Noel terus menggalakan adanya gotong royong yang merupakan modal bangsa Indonesia dalam menghadapi pandemi.

Seharusnya menurut dia, anggota DPR memberikan contoh dengan menyalurkan bantuan, sehingga warga lainnya mengikuti.

Halaman
12
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved