Breaking News:

Penanganan Covid

Benarkah Efektivitas Vaksin Covid-19 Turun Jadi 84% setelah 6 Bulan? Ini Kata CEO Pfizer

CEO Pfizer/BioNTech Albert Bourla menyebut jika efektivitas vaksin Covid-19 Pfizer turun 84% setelah 6 bulan.

AFP/FRED TANNEAU
Seorang perawat menyiapkan jarum suntik vaksin Covid-19 Pfizer-BioNtech di pusat vaksinasi, di Garlan, Prancis barat. (31 Mei 2021). (Fred TANNEAU/AFP) 

TRIBUNNEW.COM - CEO Pfizer/BioNTech, Albert Bourla menyebut, efektivitas vaksin Pfizer turun menjadi sekitar 84%.

Turunnya efektivitas vaksin Covid-19 Pfizer ini terjadi setelah seseorang divaksinasi dosis kedua sekitar empat hingga enam bulan.

Mengutip CNBC, komentar yang dibuat pada Rabu (28/7/2021) itu di dasarkan pada sebuah temuan studi baru. 

Akan tetapi, penelitian tersebut belum ditinjau oleh rekan sejawat.

CEO Pfizer Albert Bourla
CEO Pfizer Albert Bourla (CNBC)

Baca juga: Studi: 2 Dosis Vaksin Pfizer dan AstraZeneca Dapat Bekerja dengan Baik Lawan Varian Delta

Baca juga: Semua Nakes Thailand akan Disuntik Vaksin Pfizer Sumbangan dari AS

Penelitian terbaru berlangsung ketika pembuat obat itu berselisih dengan pejabat kesehatan AS mengenai perlunya dosis vaksin Covid-19 ketiga atau suntikan booster demi melindungi kekebalan terhadap Covid-19.

Studi ini menemukan efektivitas vaksin paling kuat adalah 96,2 persen, dengan jeda antara satu minggu dan dua bulan setelah menerima dosis kedua.

Angka ini menurun rata-rata 6 persen setiap dua bulan, menurut penelitian.

Kemanjuran setelah "empat sampai enam bulan adalah sekitar 84%," kata Bourla.

"Kami juga melihat data dari Israel bahwa ada penurunan kekebalan dan itu mulai memengaruhi apa yang dulunya 100% terhadap rawat inap," imbuhnya.

"Sekarang, setelah periode enam bulan, menjadi rendah 90-an dan menengah-ke-tinggi 80-an," kata Bourla.

Halaman
12
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Whiesa Daniswara
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved