Breaking News:

Virus Corona

Catat Syarat untuk Dapat Layanan Kremasi Jenazah Covid-19 Gratis di Krematorium Dr Aggi Tjetje SH

Krematorium Dr Aggi Tjetje SH di Cilincing, Jakarta Utara, membuka layanan kremasi jenazah Covid-19 gratis bagi masyarakat tidak mampu.

WARTA KOTA/WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Ilustrasi: suasana pelaksanaan kremasi di Krematorium Cilincing, Jakarta Utara, Rabu(28/7/2021). 

Laporan wartawan tribunnews.com, Lusius Genik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Krematorium Dr Aggi Tjetje SH di Cilincing, Jakarta Utara, membuka layanan kremasi jenazah Covid-19 gratis bagi masyarakat tidak mampu.

Ada syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan layanan tersebut.

Yakni harus memiliki surat keterangan tidak mampu dari kelurahan dan juga dari majelis agama.

"Kremasi (jenazah Covid-19) gratis harus ada kartu tidak mampu. Umpamanya dari kelurahan sudah ada keterangan tidak mampu, ada dukungan surat keterangan tidak mampu dari majelis agama, itu akan kita kasih free," kata Kepala Manajemen dan Personalia Krematorium Dr Aggi Tjetje SH, Heru Prayitno kepada Tribunnews.com di Jakarta, Minggu (1/8/2021).

Heru mengungkapkan, layanan kremasi jenazah Covid-19 gratis disediakan karena Krematorium Dr Aggi Tjetje SH memang sebenarnya tidak berfokus pada profit oriented.

Melainkan pada pelayanan keumatan, utamanya bagi mereka yang kesulitan dalam urusan kremasi di masa pandemi Covid-19.

Baca juga: Respons Menteri PPPA Soal Perlindungan Terhadap Anak yang Kehilangan Orangtua Karena Covid-19

"Sebenarnya memang Krematorium Dr Aggi Tjetje ini bukan profit otiented, hanya mengedepankan pelayanan keumatan," kata Heru.

Saat ini harga kremasi jenazah di Krematorium Dr Aggi Tjetje SH dibagi menjadi dua jenis.

Kremasi untuk jenazah non Covid-19 dibanderol kisaran Rp 4 juta- Rp 5 juta.

Sementara kremasi untuk jenazah Covid-19 dibanderol Rp 7 juta.

Baca juga: Terdampak Pandemi, Warga Johar Baru Ini Berniat Olah Bantuan Gerakan Berbagi untuk Sambung Hidup

"Kalau untuk umum itu harganya Rp 4 juta-Rp 5 juta. Kalau untuk Covid-19 itu Rp 7 juta," jelas Heru.

Harga kremasi jenazah lebih mahal dikarenakan untuk melakukan kremasi, karyawan di Krematorium Dr Aggi Tjetje SH harus menggunakan perlengkapan tambahan.

Seperti alat pelindung diri (APD), hingga harus mendapat suplai vitamin juga obat-obatan.

"Perbedaan yang jelas itu mulai dari kita menerima Covid-19, itu semua karyawan yang berkaitan dengan kremasi, itu kita siapkan APD, kemudian kita bantu dengan obat-obatan, vitamin, hand sanitizer, dan masker dan lain-lain. Itu semua kita siapkan," ujar Heru.

Penulis: Lusius Genik Ndau Lendong
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved