Breaking News:

Virus Corona

Alasan Kemenkes Tak Anjurkan Masyarakat Lakukan Pemeriksaan Antibodi Pascavaksinasi

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi menyatakan, pemeriksaan titer antibodi pasca vaksinasi Covid-19 tidak diperlukan.

screenshot
Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi menyatakan, pemeriksaan titer antibodi pasca vaksinasi Covid-19 tidak diperlukan.

Ia menerangkan berdasarkan hasil uji klinik, pemberian vaksin Sinovac dengan dua dosis lengkap maka dapat membentuk 99 persen perlindungan.

"Karena dalam uji klinis cukup dua kali vaksinasi maka sudah terbentuk antibodi 99 persen. Jadi tidak perlu melalukan pemeriksaaan antibodi," ujar Nadia dalam diskusi virtual PUAN Amanat Nasional, Kamis (4/8/2021).

Baca juga: Tak Miliki NIK, Pemerintah Fasilitasi Warga Bisa Vaksin Covid-19 dan Buat Sekaligus

Terlebih lagi sampai saat ini Nadia mengatakan, tidak ada angka pasti yang dapat menilai vaksin benar-benar memberikan perlindungan terhadap Covid-19.

Selain itu, tidak semua laboratorium dapat melakukan pemeriksaan mumpuni pada titer antibodi pasca suntikan vaksin dosis lengkap.

"Sampai saat ini belum ada angka yang mengatakan nilai vaksin yang betul-betul memberikan perlindungan. Jadi kalau antibodinya mungkin tidak terdeteksi bisa saja karena perbedaan dari metode pemeriksaan laboratoriumnya," ujarnya.

Masyarakat diharapkan tidak memilih-milih jenis vaksin yang tersedia, karena semua vaksin telah melalui berbagai uji klinik dan mendapatkan izin dari otoritas tingkat dunia seperti WHO maupun Badan POM RI.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved