Breaking News:

Penanganan Covid

Bagaimana Jika Kita Telat Melaksanakan Vaksin Covid-19 Dosis Ke-2? Ini Penjelasannya

Berikut penjelasan apabila kita telat melaksanakan vaksin Covid-19 dosis kedua. Simak selengkapnya di sini.

TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Vaksinasi warga di Perumahan Griya Lembah, Sukmajaya, Kota Depok, Sabtu (31/7/2021). Berikut penjelasan apabila kita telat melaksanakan vaksin Covid-19 dosis kedua. Simak selengkapnya di sini. 

TRIBUNNEWS.COM - Penyuntikan vaksinasi Covid-19 dilakukan dua kali, yakni dosis pertama dan dosis kedua.

Berdasarkan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan para ahli, dibutuhkan penyuntikan dua dosis vaksin COVID-19 bagi setiap individu guna menciptakan kekebalan tubuh yang optimal.

Rentang waktu penyuntikan dosis pertama dan dosis kedua, serta dosis pemberian vaksin berbeda-beda sesuai dengan rekomendasi untuk setiap jenis vaksin yang digunakan.

Baca juga: Masyarakat yang Belum Punya NIK Tetap Bisa Dapat Dosis Vaksin Covid-19

Baca juga: Syarat Vaksin Covid-19 bagi Ibu Hamil, Telah Disetujui Kemenkes

Untuk vaksin Sinovac, jarak penyuntikan dosis 1 ke dosis kedua adalah 28 hari, sementara vaksin AstraZeneca 2 sampai 3 bulan.

Sementara bagi penyintas dapat divaksin setelah 3 bulan dinyatakan sembuh.

Untuk penyintas yang sudah mendapatkan vaksin dosis 1 sebelum dinyatakan positif, maka bisa melanjutkan vaksinasi dosis kedua setelah sembuh 3 bulan dan tidak perlu mengulang.

Dalam pelaksanaannya, tidak menutup kemungkinan terjadi keterlambatan dalam pelaksanaan vaksin, termasuk untuk penyuntikan dosis kedua.

Lantas, Bagaimana Jika Telat Melaksanakan Vaksin Dosis Ke-2?

Juru bicara vaksinasi Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan keterlambatan penyuntikan dosis kedua terbilang aman selama masih dalam interval yang direkomendasikan para ahli.

''Keterlambatan penyuntikan vaksin dosis kedua selama masih dalam interval yang direkomendasikan para ahli, masih aman dan tidak akan mengurangi efektivitas vaksin pertama sehingga antibodi kita masih dapat terbentuk dengan optimal melawan virus COVID-19,'' katanya seperti dikutip dari laman Kemkes.

Halaman
12
Penulis: Widya Lisfianti
Editor: Arif Tio Buqi Abdulah
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved