Virus Corona
Setelah Vaksin Alami Anosmia, Apa Penyebabnya? Berikut Penjelasan Dokter
Penciuman mengalami gangguan atau hanya mencium aroma samar-samar. Hal ini terjadi mungkin karena ada pembengkakan di dalam hidung.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anosmia merupakan hilangnya indera penciuman seseorang. Namun baru-baru ini ada pertanyaan yang mengungkapkan hilangnya penciuman pasca vaksinasi.
Menurut dr Santi, ada beberapa kemungkinan kenapa hal ini bisa terjadi. Pertama, ketika divaksin orang tersebut sudah terinfeksi Covid-19 namun tidak ada gejala.
Begitu divaksin, seiring berjalannya waktu gejala pun muncul. Salah satunya adalah anosmia. Namun ada kemungkinan lain yang terjadi yaitu terjadinya hiposmia.
Penciuman mengalami gangguan atau hanya mencium aroma samar-samar. Hal ini terjadi mungkin karena ada pembengkakan di dalam hidung.
"Kemungkinan lainnya tiba-tiba hilang tidak mencium apa pun adalah pembengkakan di area rongga hidung. Sehingga partikel bau tidak terkirim sinyal di otak. Bisa merasa pilek, tertutup lendir," ungkapnya pada kanal YouTube Sonora FM, Minggu (8/8/2021).
Baca juga: Kematian Covid-19 di DKI Hari Ini Sebanyak 20 Orang, Waspadai Kasus di Luar Jawa
Selain itu dr Santi pun memberikan kemungkinan lain yaitu, adanya kejadian ikutan pasca vaksin atau KIPI. Selain rasa nyeri atau pegal di area bekas suntikan, setelah vaksin bisa pula alami gangguan sistematik pada tubuh.
Di antaranya seperti demam, lemas hingga flu. Pada umumnya saat demam atau flu biasa, penciuman pun akan memudar.
Ia pun lalu menyarankan jika tidak ada gejala lain kecuali anosmia boleh dilakukan tes Covid-19. Namun jika tidak ingin melakukan tes, maka disarankan untuk isolasi mandiri sampai gejala tersebut hilang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-virus-corona-covid-19-menyebar-di-udara.jpg)