Breaking News:

Virus Corona

Bolehkah Orang dengan Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Divaksin?

Menurut dokter spesialis penyakit jantung dan pembuluh darah itu, orang dengan penyakit jantung aman untuk menerima vaksinasi.

Tribunnews.com/Vincentius Jyestha
Ketua Umum PP Perki dr. Isman Firdaus 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PP Perki) dr. Isman Firdaus merekomendasikan bahwa orang dengan penyakit jantung dan pembuluh darah untuk segera divaksinasi Covid-19. 

"Jadi dari Perki sudah keluar rekomendasinya. Kita ada tim khusus, namanya Satgas vaksinasi Perki dan juga Satgas Covid-19 Perki, sudah membicarakan dan mendiskusikan bahwa pasien dengan penyakit jantung untuk segera dilakukan vaksinasi," ujar dr. Isman, saat wawancara khusus dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra dan News Manager Tribun Network Rachmat Hidayat, Senin (9/8/2021). 

Menurut dokter spesialis penyakit jantung dan pembuluh darah itu, orang dengan penyakit jantung aman untuk menerima vaksinasi. Sebab sebelum Covid-19 melanda, mereka pun disarankan juga menerima vaksinasi seperti vaksin influenza. 

Baca juga: Ini Perbedaan Serangan Jantung, Gagal Jantung, dan Henti Jantung 

dr. Isman menyebut mereka-mereka ini termasuk ke dalam individu rentan yang perlu dilindungi di tengah pandemi. Vaksinasi disarankan bagi mereka yang memiliki penyakit jantung, baik itu gagal jantung, gangguan irama, pasca pemasangan ring, atau penyakit jantung coroner. 

Akan tetapi, dr. Isman menegaskan ketika kejadian akut muncul dari pasien penyakit jantung, maka harus ada jeda waktu sebelum vaksinasi dilakukan. 

"Apa itu kejadian akut? Kejadian yang muncul sehingga harus dirawat di rumah sakit, misalnya gagal jantung akut, serangan jantung. Nah itu perlu dirawat dulu, karena tentunya kita fokuskan untuk menangani kegawatan jantung dulu. Kalau kegawatannya sudah selesai, lalu dua minggu atau empat minggu kemudian bisa divaksin," jelasnya. 

Wanti-wanti juga diberikan dr. Isman kepada mereka pemilik penyakit jantung yang memiliki keluhan seperti sesak nafas, berdebar-debar, nyeri dada hingga kulit membiru. 

Dia menyarankan agar vaksinasi ditunda apabila gejala atau keluhan tersebut sedang dialami. 

"Kalau ada keluhan ditunda, tapi kalau tidak ada keluhan yang disampaikan ya segera divaksin. Ini saya sampaikan juga buat tenaga vaksinator yang menscreening, kalau tidak ada keluhan silakan divaksin. Walaupun dia udah pernah riwayat jantung tapi tidak ada keluhan ya silakan untuk divaksinasi. Karena ini melindungi individu rentan selain orang tua," tandasnya. 

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved