Jumat, 15 Mei 2026

Virus Corona

5 Provinsi Ini Lebih Dari Sekali Sumbang Kenaikan Kasus Covid-19 Tertinggi dalam 6 Minggu Terakhir

Wiku Adisasmito mengatakan ada sejumlah provinsi yang masih mengalami kenaikan kasus Covid-19 yang cukup signifikan.

Tayang:
Tribunnews/Irwan Rismawan
5 provinsi ini lebih dari 1 kali menjadi penyumbang kasus Covid-19 tertinggi secara nasional nasional dalam 6 minggu terakhir. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, di tengah dinamika perjuangan menghadapi Covid-19 dan tren penurunan kasus nasional, sejumlah provinsi masih mengalami kenaikan kasus.

Wiku mengatakan, meski dalam 4 minggu terakhir angka penurunan kasus terlihat.

Namun, nyatanya masih ada 5 provinsi yang lebih dari 1 kali menjadi penyumbang kasus nasional.

Hal itu disampaikan Wiku dalam konferensi pers Perkembangan Penanganan Covid-19 di Indonesia, melalui siaran kanal YouTube BNPB Indonesia, Selasa (17/8/2021).

"Ada beberapa provinsi yang mengalami kenaikan kasus selama 6 minggu terakhir, terdapat 5 provinsi yang lebih dari 1 kali menjadi salah satu penyumbang tertinggi kenaikan kasus di tingkat nasional," kata Wiku.

Baca juga: Satgas Covid-19: Kabar Baik, Angka Kesembuhan Naik Pesat dalam 2 Bulan Terakhir Ini

Wiku menjelaskan, kelima provinsi itu adalah Jawa Tengah, Bali, Sumatera Utara, NTT, dan Kalimantan Selatan.

Bahkan, kata Wiku, pada minggu ini kenaikan kasus Covid-19 secara nasional disumbangkan Jawa Tengah dan Bali.

Sementara, yang sempat selama 2 minggu keluar dari 5 besar kasus tertinggi dengan kenaikan masing-masing sebesar 5.143 dan 1.904 kasus.

Kemudian disusul Papua Barat dengan penambahan 667 kasus, Kalimantan Tengah 553 kasus, dan Sulawesi Barat 295 kasus.

Baca juga: Satgas Berikan Penghargaan Pejuang Penanganan Covid-19

"Karena itu, diperlukan kecermatan Pemda tidak hanya pada daerah dengan jumlah kasus yang tinggi, namun penting untuk mengamati kenaikan kasus sedini mungkin agar lonjakan dapat diantisipasi," ucap Wiku.

Ia juga menekankan, diperlukan usaha lebih dari Pemda dalam perumusan kebijakan yang serasi dengan situasi kondisi dan tantangan di daerahnya.

Tentunya, dengan peran aktif masyarakatnya dalam menjalankan protokol kesehatan yang ketat.

"Pernah aktif masyarakat yang senantiasa memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan meminimalisir mobiltas sangat besar dampaknya dalam mendukung upaya Pemda menurunkan peningkatan kasus," jelas Wiku.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved