Breaking News:

Virus Corona

Selama Pandemi, Kemenkominfo Deteksi 1.857 Hoaks dengan 4 Ribuan Konten di Medsos

Kemenkominfo telah mengidentifikasi 1.857 isu hoaks dengan 4.430 konten terkait penanganan pandemi, vaksinasi hingga penerapan PPKM.

screenshot
Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Dedy Permadi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Dedy Permadi mengatakan selain paparan virus Covid-19, masyarakat juga dihadapkan pada paparan informasi hoaks seputar pandemi.

Berdasarkan data, Kemenkominfo telah mengidentifikasi 1.857 isu hoaks dengan 4.430 konten terkait penanganan pandemi, vaksinasi hingga penerapan PPKM.

Ribuan konten isu hoaks ini berseliweran di sejumlah media sosial, dan media digital.

"Kalau dari sisi Kemenkominfo, kami mengidentifikasi sudah ada 1.857 isu hoaks, dengan lebih dari 4.430 konten yang berseliweran di media sosial, di media digital kita terkait penanganan Covid-19, vaksinasi, maupun PPKM," kata Dedy dalam dialog daring bertajuk 'Semangat Kemerdekaan Generasi Pandemi', Selasa (17/8/2021).

Salah satu hoaks yang diidentifikasi Kemenkominfo yakni adanya informasi yang menyebut efek vaksinasi Covid-19 akan menimbulkan penyakit epilepsi atau kejang - kejang.

Baca juga: Ribuan Hoaks Covid-19 Membingungkan hingga Ancam Kesehatan Masyarakat

Dedy menegaskan informasi tersebut adalah hoaks. Kementerian Kesehatan hingga Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) menyatakan sampai sekarang vaksinasi aman. Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga menyatakan vaksinasi halal.

"Misalnya, jika orang divaksin, maka langsung bisa menimbulkan epilepsi. Itu adalah hoaks. Padahal Kementerian Kesehatan, atau Komnas KIPI itu menyatakan bahwa sampai saat ini vaksinasi aman dan menurut MUI halal," ujarnya.

Atas hal ini, Kemenkominfo meminta masyarakat tidak hanya waspada terhadap virus Corona, tapi juga terhadap bahayanya paparan hoaks di media sosial.

"Jadi yang bahaya itu, selain terpapar virus juga terpapar hoaks. Karena ketika hoaks beredar dan dipercaya masyarakat, maka itu akan menghambat penanganan Covid-19. Sehingga kita patut waspadai bahaya hoaks selain dari virus itu sendiri," pungkas Dedy.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved