Breaking News:

Virus Corona

BREAKING NEWS Update Corona Indonesia 23 Agustus 2021: Tambah 9.604 Kasus, Total 3.989.060 Positif

Berikut informasi terbaru kasus virus corona (Covid-19) di Indonesia, Senin (23/8/2021).

Penulis: Nuryanti
Freepik
Ilustrasi update Covid-19. Berikut informasi terbaru kasus virus corona (Covid-19) di Indonesia, Senin (23/8/2021). 

TRIBUNNEWS.COM - Berikut informasi terbaru kasus virus corona (Covid-19) di Indonesia, Senin (23/8/2021).

Berdasarkan data di laman Covid19.go.id pukul 16.40 WIB, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia bertambah 9.604 pasien.

Adapun total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia hari ini yakni 3.989.060 pasien.

Lalu, ada penambahan pasien sembuh sebanyak 24.758 orang.

Total pasien yang sembuh pada hari ini menjadi 3.571.082 di seluruh Indonesia.

Kemudian, jumlah pasien Covid-19 yang meninggal dunia dalam 24 jam terakhir sebanyak 842 orang.

Total ada 127.214 orang yang dinyatakan meninggal dunia hingga hari ini.

Baca juga: Bukan Hanya Negara, Masyarakat Juga Diminta Beri Perhatian kepada Ribuan Anak Yatim karena Covid

Data Kasus Corona Kemarin

Berdasarkan data pada Minggu (22/8/2021), pasien positif bertambah 12.408 orang.

Total kasus positif Covid-19 sebanyak 3.979.456 pasien.

Selanjutnya, total pasien yang sembuh, yakni 3.546.324 orang.

Ada penambahan pasien sembuh sebanyak 24.276 orang.

Sementara itu, total sebanyak 126.372 orang meninggal dunia, dengan penambahan 1.030 orang.

Baca juga: Kenali Sindrom Inflamasi Multisistem Pediatrik pada Anak yang Terinfeksi Covid-19

Pemerintah Ajak Masyarakat Bantu Kawal Harga Tes PCR

Sebelumnya, pemerintah memperkuat kolaborasi dengan masyarakat untuk memastikan tarif tertinggi biaya pemeriksaan real time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) yang baru.

Hal ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari langkah pemerintah menurunkan ketentuan tarif acuan tertinggi biaya RT-PCR menjadi Rp 495.000 di Jawa-Bali dan Rp 525.000 di luar Jawa-Bali.

Ketentuan tersebut berlaku mulai 17 Agustus 2021 melalui Surat Edaran Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.02/I/2845/2021.

“Penyesuaian ini dilakukan untuk mempermudah akses masyarakat mendapatkan tes PCR," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate, dikutip dari laman Covid19.go.id.

Baca juga: Ketahui Tanda-tanda Long Covid-19 pada Anak-anak, Orang Tua Harus Waspada

"Semakin banyak yang melakukan tes, maka semakin cepat penularan virus dapat ditekan."

"Sehingga, semakin optimal pula penanganan COVID-19."

"Jadi, ini dari kita, oleh kita, dan untuk perlindungan kita semua,” jelasnya.

Johnny mengimbau seluruh pihak untuk berkolaborasi bersama untuk mengaplikasikan aturan baru ini dengan baik.

Ia menjelaskan, pemerintah memahami bahwa kolaborasi semua pihak sangat dibutuhkan untuk memaksimalkan penanganan pandemi dapat dilakukan secara optimal.

“Pemerintah sebagai pengambil kebijakan tidak bisa bekerja sendirian," kata dia.

Baca juga: Menko Luhut: Virus Covid-19 Terus Bermutasi, Sistem Bernegara Perlu Direvisi

"Kita memerlukan kerja sama dari para pelaksana kebijakan, dalam hal ini fasyankes atau klinik yang menawarkan layanan tes PCR."

"Kemudian, fungsi pengawasan yang dapat dilakukan bersama-sama, baik oleh pemerintah, aparat penegak hukum, maupun masyarakat,” tegasnya.

(Tribunnews.com/Nuryanti)

Berita lain terkait Covid-19

Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved