Virus Corona

Menkes Sebut Booster Nakes Tak Harus Pakai Vaksin Moderna, Boleh dengan Sinovac

Budi Gunadi Sadikin menyebut vaksin Covid-19 booster untuk tenaga kesehatan (nakes) boleh menggunakan vaksin Sinovac.

TRIBUNNEWS/Jeprima
Petugas medis saat menyuntikkan vaksin Covid-19 ketiga atau vaksin booster kepada tenaga kesehatan di Puskesmas Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Senin (9/8/2021). Penyuntikan dosis ketiga itu dimaksudkan untuk memberikan proteksi tambahan kepada petugas kesehatan, terutama bagi yang merawat pasien Covid-19.?Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan?booster? vaksin untuk tenaga kesehatan (nakes) ditargetkan selesai pada minggu kedua Agustus 2021 dengan jumlah nakes yang menjadi prioritas penerima vaksin sebanyak 1.468.764 orang. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin menyebut vaksin Covid-19 booster untuk tenaga kesehatan (nakes) boleh menggunakan vaksin Sinovac.

Booster untuk nakes tidak harus menggunakan vaksin Moderna. 

"Memang bagi para nakes yang vaksin ketiganya tidak nyaman dengan platform yang berbeda kita tetap membuka opsi untuk suntik ketiganya, boosternya dengan platform yang sama (Sinovac)," ujar Budi dalam rapat dengar pendapat bersama komisi IX DPR RI, Rabu (25/8/2021).

Menurut Budi, tak dipungkiri masih ada kekhawatiran terkait pencampuran vaksin merk berbeda.

Baca juga: Miliki Efikasi 91%, BPOM Terbitkan Izin Penggunaan Darurat Vaksin Sputnik-V

Untuk itulah pihaknya membuka opsi agar nakes dapat memilih booster menggunakan jenis vaksin sebelumnya atau ber-platform sama.

"Saya lihat acceptense dari para nakes ini. Sekarang sudah jauh lebih tinggi daripada saat pertama kali kita belum belum bisa mendapatkan penerimaan tenaga kesehatan karena takut ada dampaknya, terutama kalau itu mixing tapi sekarang penerimaannya sudah jauh cukup tinggi," jelas Budi.

Ia memaparkan, capaian vaksinasi booster untuk nakes terbilang cepat.

Dalam dua minggu terakhir, kurang lebih 34 persen SDM kesehatan atau hampir 450 ribu nakes telah menerima suntikan dosis ketiga.

"Paling tinggi ada di daerah Bali dan Kepulauan Riau," imbuh mantan wamen BUMN ini.'

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved