Breaking News:

Virus Corona

Ahli Riset Sarankan Kapasitas Testing Perlu Ditingkatkan Meski Kasus Covid-19 Menurun

Ahli riset menyebutkan meski kasus Covid-19 semakin rendah, upaya menekan kasus Covid-19 di Kudus tidak boleh semakin longgar.

tribunnews.com/abdulmajid
Seorang pekerja saat menjalani swab antigen sebelum memasuki Stadion Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Jumat (28/8/2021),Ahli Riset Sarankan Kapasitas Testing Perlu Ditingkatkan Meski Kasus Covid-19 Menurun 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lonjakan Covid-19 yang terjadi di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah disebut sebagai peristiwa yang berada di luar dugaan.

Namun di sisi lain, banyak pelajaran yang bisa diambil dari lonjakan kasus Covid-19 tersebut. Agar tidak terjadi di tempat lain atau terulang kembali di daerah Kudus.

Pendapat itu diungkapkan oleh Wakil Direktur Pendidikan dan Penelitian RS UNS Surakarta dr Tonang Dwi Ardyanto.

"Terjadi sebuah lonjakan secara tiba-tiba tanpa kita duga. Nuhun sewu(mohon maaf) tanpa mengecilkan akan orang bertanya. Kok gak di kota ada bandara internasional, pelabuhan internasional. Bisa terjadi lonjakan tidak terduga," ungkapnya pada Dialog Produktif Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Selasa (31/8/2021).

Baca juga: PPKM Jawa Bali diperpanjang, Wakil Ketua MPR : Perbanyak tracking dan testing Covid-19

Baca juga: Kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus Melandai Berkat Gotong Royong Pemangku Kepentingan

Tonang pun menyebutkan meski kasus Covid-19 semakin rendah, upaya menekan kasus Covid-19 di Kudus tidak boleh semakin longgar.

Bahkan positivity rate di Kudus harus tetap terpantau agar tidak terulang kembali peningkatan kasus hingga 30 seperti yang terjadi pada Juni 2021.

Di sisi lain, ia pun menanggapi perihal angka vaksinasi tenaga kesehatan di Kudus baru 24 persen untuk dosis lengkap dan 20 persen dosis pertama.

Lonjakan kasus pada Juli lalu menandakan jika vaksinasi mempunyai peranan yang penting. Walau, pada dasarnya vaksinasi bukan satu-satunya faktor utama untuk mencegah infeksi Covid-19.

Di sisi lain, Tonang mengimbau agar pemerintah daerah tetap meningkatkan kapasitas testing dan treasing. Sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

"Sebetulnya target Kementerian Kesehatan untuk kapasitas pengujian 15 per kasus adalah upaya kita jangan sampai mengulang yang kemarin. Mumpung kasus belum banyak, inilah kesempatan untuk mempertinggi pelcakan untuk mendeteksi lebih dini kasus-kasus yang masih tersembunyi," kata Tonang.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved