Breaking News:

Virus Corona

Kasus Covid-19 Turun, Tingkat Mobilitas Masyarakat RI Lebih Rendah dari Malaysia dan Vietnam

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mampu menekan angka mobilitas masyarakat.

WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Lalulintas terlihat mulai memadati Tol dalam kota ataupun jalan reguler pada jam sibuk di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (7/9/2021). Pelonggaran PPKM oleh pemerintah membuat banyak aktifitas warga masyarakat diluar rumah yang berimbas pada kepadatan lalulintas. WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mampu menekan angka mobilitas masyarakat.

PPKM menekan mobilitas 20-30 persen, sehingga dapat menurunkan laju penularan.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Maxi Rein Rondonuwu mengingatkan, penurunan ini jangan membuat euforia dan lengah sehingga abai prokes, misalnya tidak memakai masker.

Abai prokes bisa membuat kasus Covid-19 kembali naik.

Baca juga: Memajukan UMKM Melalui Fasilitas Pembiayaan di Tengah Penurunan Tren Positivity Rate Covid-19

Maxi menekankan, dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia dan Vietnam, mobilitas masyarakat Indonesia relatif rendah.

“Filipina berhasil menekan mobilitas bisa sampai 25-30 persen namun kasus naik. Sedangkan Vietnam mobilitas masih tinggi 60-70 persen sehingga kasusnya naik,” ujarnya dalam dialog virtual, Selasa (7/9/2021).

Menurutny, kasus Covid-19 berbanding lurus dengan kesadaran masyarakat dalam mematuhi prokes.

Namun diakui mengubah perilaku masyarakat tidaklah mudah sehingga harus selalu diingatkan agar kasusnya yang menurun tidak naik lagi.

Baca juga: Harta Pejabat Naik Selama Pandemi Covid-19, KPK: Rata-rata Rp1 Miliar

“Tidak boleh jumawa, tetap harus patuhi prokes,” ucap Maxi.

Maxi menambahkan, menurunnya kasus positif Covid-19 juga terkait dengan upaya percepatan vaksinasi yang dilakukan pemerintah untuk mencapai target herd immunity 208 juta penduduk yang mendapatkan dosis vaksin lengkap.

Dalam hal ini dibutuhkan sekitar 400 juta dosis vaksin. Hingga akhir Agustus, sekitar 100 juta dosis vaksin COVID-19 sudah disuntikkan.

“Program vaksinasi on the track. Percepatan vaksinasi berjalan seiring dengan ketersediaan vaksin," imbuhnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved