Breaking News:

Virus Corona

PPKM Diperpanjang Meski Kasus Covid-19 Menurun, Ahli Ungkap Kondisi Masih Mengkhawatirkan

Ahli mengungkap kondisi masih mengkhawatirkan hingga membuat PPKM kembali diperpanjang meski kasus Covid-19 telah menurun.

TRIBUN JATENG/TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Pemerintah kembali menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 hingga 9 Agustus 2021 namun sejumlah jalan di Kota Semarang yang semula di tutup sudah dibuka kembali seperti di Jalan Pandanaran Kota Semarang, Rabu (4/8/21). (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) 

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah kembali memperpanjang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali mulai 7-13 September 2021.

Padahal, data kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir terus menunjukkan tren penurunan.

Lantas, apakah alasan pemerintah kembali memperpanjang PPKM di Jawa-Bali?

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), Akmal Taher, ikut memprediksi mengenai penyebab pemerintah kembali memperpanjang PPKM.

Baca juga: Aturan Terbaru PPKM 7-13 September 2021, Ada Syarat Perjalanan di Wilayah PPKM Level 4 Jawa-Bali

Menurut Akmal, meski tren kasus Covid-19 menurun, ada berbagai kondisi yang membuat pandemi Covid-19 di Indonesia masih mengkhawatirkan.

Contohnya, belum maksimalnya proses testing dan tracing terkait Covid-19 di Indonesia.

"Kalau ukuran kurva alhamdulillah sekali sudah turun banyak, tapi kalau dilihat angka objektif, misal angka reproduksi tes rapidnya, itu semuanya masih mengkhawatirkan," kata Akmal, dikutip dari tayangan Kompas TV, Selasa (7/9/2021).

Direktur Utama RSCM Akmal Taher di Jakarta, Kamis (8/12/2011).
Direktur Utama RSCM Akmal Taher di Jakarta, Kamis (8/12/2011). (Tribunnews.com/Wahyu Aji)

Akmal juga menuturkan, kenyatannya, penurunan tren Covid-19 di Indonesia tidak benar-benar menurun.

Sebab, kasus Covid-19 di Indonesia didominasi oleh penularan lokal yang cenderung lebih serius.

"Kita sudah domestik transimison yang sebenarnya itu lebih serius buat kita, karena serendah-rendahnya sebenarnya belum rendah betul," jelas Akmal.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved