Breaking News:

Virus Corona

Ada Kemungkinan Terjadi Gelombang Serangan Varian Baru, Masyarakat Harus Disiplin Prokes

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengingatkan, gelombang serangan varian baru sangat

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Warga membawa tabung oksigen di kawasan Pesanggrahan, Jakarta, Rabu (7/7/2021). Ditengah lonjakan COVID-19, terutama varian baru, stok oksigen mengalami minim ketersediaan dan pemerintah RI telah meminta para produsen mengalihkan produksi oksigennya untuk keperluan medis. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengingatkan, gelombang serangan varian baru sangat mungkin terjadi, terutama saat masyarakat lengah.

"Masker adalah langkah pencegahan agar virus, varian apa pun, tidak dapat masuk ke dalam tubuh kita," katanya dalam siaran pers PPKM virtual, Rabu (8/9/2021).

Sedangkan vaksinasi, menjadi perlindungan supaya terhindar dari terjadinya kasus berat yang memerlukan perawatan rumah sakit.

Baca juga: Pandemi Covid-19 Belum Berakhir, Jokowi: Pengusaha Harus Tetap Waspada

Masyarakat diharapkan disiplin mengenakan masker dan mengikuti program vaksinasi.

Perkembangan virus yang dinamis selalu menuntut kewaspadaan, termasuk munculnya ancaman varian baru.

Menyikapi munculnya varian-varian baru virus corona yang memiliki kemampuan penularan lebih tinggi, Nadia mengatakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus melakukan pemantauan dan pemeriksaan genom sequencing terhadap kasus baru yang masuk Indonesia atau melalui penularan lokal.

Baca juga: Panglima TNI Minta Forkopimda Kalimantan Barat Tidak Lengah Meski Kasus Covid-19 Turun

"Dari sekitar 5.835 hasil sequencing yang dilaporkan, sebanyak 2300 merupakan varian Delta di 34 provinsi di Indonesia. Kemenkes melakukan pemantauan terhadap semua varian yang muncul, apakah itu Variant of Concern maupun Variant of Interest seperti Eta, Iota, Kappa, Lambda dan sebagainya, juga varian lokal yang muncul di Indonesia,” jelas dr Nadia.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved