Breaking News:

Virus Corona

Kapolri Minta Jajarannya Pahami Adat Istiadat Setempat Saat Ajak Warga Terpapar Covid-19 ke Isoter

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta jajarannya agar mengedepankan norma dan nilai adat istiadat

ISTIMEWA
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta jajarannya agar mengedepankan norma dan nilai adat istiadat yang berlaku saat mengajak warga terpapar Covid-19 untuk pindah ke fasilitas Isolasi Terpusat (Isoter).

Hal itu disampaikan Sigit saat memimpin rapat dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Forkopimda Provinsi Kalimantan Barat, Rabu (8/9/2021).

Menurut Sigit, sosialisasi pemanfaatan Isoter ke masyarakat harus merangkul Pemda, tokoh masyarakat, dan tokoh adat setempat.

Hal ini untuk tetap memberikan ketenangan kepada warga.

"Penjelasan secara dengan baik dengan menyesuaikan adat istiadat setempat yang dapat memberikan ketenangan kepada masyarakat ketika akan mengajak ke Isoter," kata Sigit dalam keterangannya, Kamis (9/9/2021).

Baca juga: AAJI: Klaim Asuransi Covid-19 Masih Akan Meningkat, Hingga Juni 2021 Sudah Rp 3,74 Triliun

Mantan Kapolda Banten ini menyebutkan bahwa beberapa wilayah di Kalbar tingkat keterpakaian fasilitas Isoter masih cukup rendah.

Padahal, kata Sigit, masyarakat yang terpapar virus corona tingkat kesembuhannya tinggi dengan dirawat yang Isoter.

Pasalnya, Isoter memiliki fasilitas lebih memadai dan diawasi langsung oleh tenaga kesehatan. Sebaliknya, ia juga meminta masyarakat untuk menguatkan strategi pengendalian Covid-19.

Di antaranya adalah, protokol kesehatan (prokes) yang ketat seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, penguatan 3T (Tracing, Testing dan Treatment). Selain itu, percepatan program vaksinasi massal.

Baca juga: Update Covid-19 Global 9 September 2021: Angka Kematian Harian Indonesia Tertinggi ke-4 di Dunia

Sigit memaparkan, dengan penguatan strategi pengendalian Covid-19 tersebut, nantinya akan diiringi dengan pelonggaran aktivitas masyarakat. Hal itu sesuai dengan asesmen yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Dengan begitu, roda perekonomian masyarakat akan kembali bergerak pulih, setelah sempat terpukul akibat Pandemi Covid-19.

Karena itu, Sigit menegaskan, pelonggaran aktivitas warga harus dibarengi dengan strategi pengendalian Covid-19, serta menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen.

"Ketika kasus Covid-19 bisa terkendali, maka secara otomatis daerah tersebut akan mendapat pelonggaran dan aktivitas ekonomi masyarakat bisa kembali berjalan dengan lebih baik. Tentunya ini menjadi tanggung jawab bersama Pemerintah, baik pusat maupun daerah, dan seluruh masyarakat," kata Sigit.

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved