Breaking News:

Virus Corona

Menkes Budi Akui Sering Dibully Netizen Soal Testing Covid-19

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengisahkan dirinya yang sering menerima bully-an dari netizen, karena dianggap tak maksimal menangani Covid-19.

Sekretariat Presiden /capture video
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengisahkan dirinya yang sering menerima bully-an dari netizen, karena dianggap tak maksimal menangani Covid-19.

Hal itu ia sampaikan dalam acara Peran Kesehatan Respirasi selama 76 Tahun Indonesia Merdeka yang disiarkan virtual, Kamis (9/9/2021).

Budi menuturkan, satu poin yang sering dikeluhkan netizen adalah kurangnya kemampuan pemerintah melakukan testing dan tracing.

"Saya ingat waktu pertama kali saya masuk (jabat menkes) testingnya mungkin sampai 20ribu - 30 ribu testing dengan sample orangnya 15 ribu-20 ribu orang, dibully juga sama netizen," ungkapnya.

Kemudian setelah berlangsung lebih dari 8 bulan penanganan Covid-19 di bawah kordinasinya, ia menyatakan angka testing naik menjadi 200ribu.

Baca juga: Terduga Pelaku Pelecehan di KPI Ancam Balik Laporkan MS, Ungkap Alami Trauma karena Dibully Netizen

"Sekarang udah naik (testing) jadi 220-250 ribu perhari, ya sama juga dibully," imbuh mantan dirut Bank Mandiri ini.

Budi menuturkan semua masukan diterima, sebagai konsekuensi seorang pelayan publik.

"Pengalaman saya kerja di public services ini apapun yang kita lakukan dibully juga. Ya sudah enggak papa, yang penting niatnya baik menyelamatkan menyelamatkan rakyat banyak itu, konsekuensinya jadi pejabat publik," jelasnya.

Saat ini Budi menyebut, testing dan tracing naik 7 sampai 8 kali lipat dari sejak Desember tahun lalu.

"Mudah-mudahan bisa terus naik sejalan dengan perbaikan yang kita lakukan di sistem pelacakan supaya memastikan semua orang yang kotak erat itu bisa dilacak," harap mantan wamen BUMN ini.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved