Breaking News:

Penanganan Covid

Respons Antibodi Disebut Kalah dari Moderna, Ini Pembelaan Ilmuwan Top Pfizer

Ada efek samping lainnya berupa ruam merah yang muncul setelah mendapatkan suntikan Moderna, namun kemudian hilang dengan sendirinya

ist
Mal Artha Gading Gelar Vaksin Pfizer 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK - Kepala Petugas Ilmiah raksasa farmasi Pfizer, Philip Dormitzer mengatakan pada hari Rabu lalu bahwa Pfizer dan pembuat kodenya yakni BioNTech 'menggunakan tingkat dosis minimum' dalam pembuatan vaksinnya untuk mendapatkan respons kekebalan yang lebih kuat untuk melawan virus corona (Covid-19).

Dormitzer menambahkan bahwa dosis yang lebih tinggi kemungkinan berisiko menimbulkan lebih banyak efek samping.

Perlu diketahui, vaksin Pfizer memiliki 30 mikrogram mRNA, sedangkan Moderna 100 mikrogram.

Dikutip dari laman Business Insider, Minggu (12/9/2021), dalam penelitian terbaru, para ilmuwan berspekulasi bahwa ini bisa menjadi alasan mengapa vaksin Pfizer menghasilkan respons antibodi yang lebih rendah dibandingkan Moderna.

Baca juga: Studi: Antibodi yang Dihasilkan Vaksin Moderna Lebih Tinggi dari Pfizer

"Jika anda melihat apa yang terjadi dengan semua vaksin Covid-19 di luar sana, 'kecacatannya' sering kali dilihat dari efek samping yang muncul," kata Dormitzer.

Namun menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS), vaksin Pfizer dan Moderna menghasilkan efek samping yang serupa, termasuk nyeri lengan, nyeri, kulit menjadi kemerahan, nyeri otot, kelelahan dan demam.

Lembaga tersebut mengatakan bahwa jenis peradangan jantung yang disebut miokarditis menjadi efek samping yang 'sangat jarang' dari dua vaksin ini.

Ada laporan yang menunjukkan efek samping lainnya berupa ruam merah yang muncul setelah mendapatkan suntikan Moderna, namun kemudian hilang dengan sendirinya.

Di AS, kata CDC, saat ini penyedia layanan vaksinasi telah memberikan lebih dari 214 juta dosis Pfizer dan 147 juta dosis Moderna.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved