Breaking News:

Virus Corona

Inggris Akhiri Kontrak Pengadaan Vaksin Covid-19 dengan Valneva

Pemerintah Inggris (HMG) telah mengakhiri kontrak vaksin virus corona atau Covid-19 dengan Valneva.

Lionel BONAVENTURE / AFP
Vaksin Covid-19. Pemerintah Inggris (HMG) telah mengakhiri kontrak vaksin virus corona atau Covid-19 dengan Valneva 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, PARIS - Pemerintah Inggris (HMG) telah mengakhiri kontrak vaksin virus corona atau Covid-19 dengan Valneva karena perusahaan itu diduga melakukan pelanggaran kewajiban.

Pernyataan ini disampaikan perusahaan bioteknologi asal Perancis tersebut pada hari Senin waktu setempat.

Valneva mengatakan dalam sebuah pernyataannya mengatakan mereka telah menerima pemberitahuan penghentian kontrak dari pemerintah HMG terkait Perjanjian Pasokan untuk kandidat vaksin Covid-19.

"HMG telah menuduh perusahaan melanggar kewajiban berdasarkan Perjanjian Pasokan, namun perusahaan secara tegas membantahnya," kata Valneva.

Dikutip dari laman Euronews, Senin (13/9/2021), Inggris telah memesan 100 juta dosis kandidat vaksin Valneva yang disebut VLA2001 dan memiliki opsi untuk mengamankan 90 juta dosis tambahan.

Baca juga: Kota di China Larang Warga Pergi dan Tangguhkan Kereta setelah Muncul Kasus Covid-19 Baru

Sementara nilai total dari 190 juta dosis ini adalah sekitar 1,4 miliar euro.

Vaksin itu saat ini tengah memasuki Fase 3, ini artinya sedang dalam tahap pengujian untuk efisiensi pada ribuan orang, hasilnya pun diharapkan akan tersedia pada awal kuartal keempat.

Karena itu, komersialisasi vaksin itu direncanakan akan dimulai sebelum akhir tahun ini.

Valneva pun telah mengirimkan data vaksinnya untuk persetujuan ke Badan Pengatur Obat dan Produk Kesehatan Inggris (MHRA) pada bulan lalu.

Baca juga: Lebih dari 7000 Pelaku Perjalanan Internasional Masuk Indonesia, 2 Persen Dinyakatan Positif Covid

Sedangkan produksi vaksin ini dimulai pada awal tahun ini di pabrik di Skotlandia untuk mengoptimalkan garis waktu dalam pengiriman potensial vaksinnya.

Perlu diketahui, VLA2001 merupakan vaksin adjuvant yang tidak aktif, terdiri dari partikel virus SARS-CoV-2 yang tidak aktif dan dicampur dengan dua adjuvant untuk meningkatkan level antibodi.

Vaksin ini diharapkan sesuai dengan persyaratan rantai dingin standar yakni 2 hingga 8 derajat celcius.

Baca juga: Pemerintah Antisipasi Masuknya Tiga Varian Covid-19 ke Indonesia

Regulator Inggris pun sejauh ini telah menyetujui penggunaan empat merek vaksin yakni Oxford-AstraZeneca, Pfizer-BioNTech, Moderna serta Janssen dari Johnson & Johnson.

Saat ini, lebih dari 89 persen populasi Inggris berusia di atas 16 tahun telah menerima setidaknya satu dosis vaksin, sedangkan sebanyak 80,9 persen telah divaksinasi secara penuh.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved