Breaking News:

Virus Corona

Menlu Retno: RI Siap Kerja Sama dengan Siapa Pun untuk Amankan Pasokan Vaksin Covid-19

Indonesia siap bekerja sama dengan negara dan pihak manapun untuk mengamankan pasokan vaksin nasional.

Tangkap Layar Youtube Sekretariat Presiden
Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi mengabarkan Indonesia telah terima 2.632.500 dosis vaksin dari AS dan 968.360 dosis dari Prancis (Tangkap Layar Youtube Sekretariat Presiden) Jumat (17/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, Indonesia siap bekerja sama dengan negara dan pihak manapun untuk mengamankan pasokan vaksin nasional dalam jangka pendek dan mengembangkan produksi vaksin lokal untuk jangka panjang.

Saat ini, Retno sedang melakukan kunjungan kerja ke Los Angeles dan Houston, bertemu dengan sejumlah perusahaan pengembang vaksin dan teknologi vaksin multi platform.

Berbagai penjajakan kerja sama ini bertujuan untuk membangun kemandirian industri kesehatan Indonesia.

“Kunjungan ini adalah tindak lanjut kunjungan saya Agustus lalu ke Washington DC di mana AS dan Indonesia siap kerja sama untuk memperkuat ketahanan kesehatan nasional. Ini dilakukan untuk memenuhi target dan harapan yang sudah ditetapkan oleh Bapak Presiden Jokowi,” ujar Menlu Retno, Jumat (17/9/2021).

Mengutip Dr Richard Hatchett, Chief Executive dari Coalition for Epidemic Preparedness Innovations, Retno mengatakan, dosis yang dibagikan sekarang menyelamatkan lebih banyak nyawa daripada dosis yang tersedia dalam enam bulan.

Baca juga: Ketua Satgas Covid-19 PB IDI: Silakan Buka Pesantren, Syaratnya Sudah Divaksin dan Memenuhi Prokes

"Artinya, dose-sharing sangat penting dalam mengatasi situasi darurat pandemi saat ini apalagi saat pasokan vaksin global masih langka dan saat kesenjangan akses vaksin masih lebar," ungkap mantan Dubes RI di Belanda ini.

Ia juga menyebut, beberapa hari lalu COVAX telah menyampaikan tidak dapat memenuhi target pengiriman 2 miliar dosis vaksin hingga akhir tahun.

Bahkan COVAX yang merupakan program bersama untuk mendukung akses penanggulangan Covid-19 melalui kolaborasi mempercepat penelitian, produksi, dan akses yang setara atas vaksin Covid-19, telah menetapkan deadline baru untuk target ini yaitu kuartal pertama 2022.

Menlu menegaskan, arti penting dose-sharing, dimana ada 3 hal langkah luar biasa diperlukan saat ini untuk atasi kelangkaan dan kesenjangan vaksin.

Baca juga: Pemerintah Diminta Memberikan Pemberdayaan kepada Para Seniman di Masa Pandemi Covid-19

Langkah tersebut adalah Queue swapping atau pertukaran antrean dosis antara negara dengan tingkat vaksinasi tinggi dengan rendah, termasuk melalui COVAX Facility.

Kedua, mempercepat realisasi dose-sharing.

Ketiga, transfer teknologi dan know-how untuk mendukung produksi vaksin di kawasan lain.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved